Friday, 8 Syawwal 1439 / 22 June 2018

Friday, 8 Syawwal 1439 / 22 June 2018

 

Jelang Puasa, Belasan Ribu Warga Lakukan Papajar

Ahad 06 May 2018 20:21 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Agus Yulianto

Belasan ribu warga melakukan aktivitas tradisi papajar atau kumpul dan makan bersama menjelang puasa di kawasan wisata Selabintana Kecamatan/Kabupaten Sukabumi Ahad (6/5).

Belasan ribu warga melakukan aktivitas tradisi papajar atau kumpul dan makan bersama menjelang puasa di kawasan wisata Selabintana Kecamatan/Kabupaten Sukabumi Ahad (6/5).

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Kawasan kaki Gunung Gede menjadi lokasi favorit mereka.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Menjelang puasa banyak warga Sukabumi yang melakukan aktivitas papajar atau kumpul bersama keluarga dan teman-teman. Mereka biasanya melakukan rekreasi dengan diisi makan bersama sebagai wujud kekeluargaan atau kebersamaan.

 

Salah satu lokasi yang menjadi tradisi papajar ini adalah hamparan luas rerumputan di kawasan wisata Selabintana, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi. Pada Ahad (6/5) ini misalnya, belasan ribu warga yang mayoritas warga lokal berekreasi dan makan bersama di tempat tersebut.

 

Tradisi papajar dengan rekreasi dan makan bersama ini sudah rutin dilakukan, terang salah seorang warga dari Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi Rahmat (43 tahun). Biasanya kegiatan ini dilakukan beberapa pekan atau hari menjelang datangnya bulan suci puasa.

 

Menurut Rahmat, acara tersebut biasanya dilakukan bersama keluarga maupun tetangga serta teman-teman lainnya. Di mana warga membawa makan dari rumahnya masing-masing dan menggelar alas sebagai tempat makan di lapangan terbuka di kawasan Selabintana.

 

Hal senada disampaikan warga lainna Neneng S (23). Sudah tradisi sebelum puasa keluarga makan bersama di tempat rekreaksi yang disebut papajar, cetus dia, yang merupakan warga Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

 

Marketing dan Sales Manager Selabintana Resort Hotel Ade Hidayat mengataka, jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Selabintana pada Ahad mencapai sekitar 14 ribu orang. Data ini berdasarkan jumlah tiket yang keluar, terang dia.

 

Jumlah ini meningkat sebanyak lima kali lipat dibandingkan dengan momen liburan akhir pekan. Lonjakan wisatawan ini dikarenakan banyaknya aktivitas warga Sukabumi dalam menyambut bulan puasa yakni papajar.

 

Para pengunjung ungkap Ade, sebagian besar berasal dari warga lokal Sukabumi baik Kabupaten Sukabumi maupun Kota Sukabumi. Sementara dari luar Sukabumi seperti Bandung dan Jakarta jumlahnya sedikit.

 

"Diperkirakan puncak kunjungan pada 10 Mei atau pekan depan," ujar Ade. Pasalnya, pada momen tersebut makin mendekati bulan puasa. Jumlah kunjungan pada waktu tersebut diprediksi bisa mencapai hingga 20 ribu orang.

 

Selain tempat rekreasi yang dipenuhi warga lanjut Ade tingkat hunian hotel juga dipenuhi wisatawan. Di samping warga biasa banyak kalangan instansi pemerintah yang menginap karena menggelar acara di Sukabumi.

 

Dipilihnya Selabintana sebagai lokasi, papar Ade, dikarenakan di kawasan ini terdapat hamparan rumput yang luas dan udara sejuk di bawah kaki Gunung Gede. Sehingga warga bisa leluasa untuk melakukan makan bersama dan bermain bersama keluarga serta teman-temannya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA