Selasa, 10 Zulhijjah 1439 / 21 Agustus 2018

Selasa, 10 Zulhijjah 1439 / 21 Agustus 2018

 

Jelang Ramadhan, Warga UEA Rayakan Haq Al Laila

Selasa 01 Mei 2018 23:15 WIB

Rep: Kiki Sakiah/ Red: Agung Sasongko

Ramadhan

Ramadhan

Haq Al Laila umumnya dirayakan di ruang kelas dan kantor pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID,DUBAI -- Menjelang bulan suci Ramadhan, warga Uni Emirat Arab (UEA) merayakan Haq Al Laila. Setiap tahunnya, warga UEA merayakan momentum ini pada 15 Sya'ban, bulan dalam kalender lunar Islam sebelum Ramadhan.

 

Haq Al Laila adalah perayaan di negara-negara Teluk di mana anak-anak pergi dari pintu ke pintu dengan mengenakan pakaian tradisional dan bernyanyi demi kacang dan permen. Selama perayaan ini, pedagang souq (pasar tradisional) mengukur kacang-kacangan tidak dengan kilogram atau pound, melainkan dengan ma'an, ukuran Persia setara dengan sekitar 4 kg.

 

Amir dan pedagang asal Iran dari souq tua seperti halnya Abdullah Ali, pemilik Islamic Trading Est di Ras al Khaimah (kota di UEA), adalah penjaga tradisi tersebut. Ia memiliki dua gudang kecil untuk menyimpan permen yang akan dibagikan kepada anak-anak di seluruh negeri, saat bulan muncul pada 15 Sha'ban.

 

Di masa lalu, anak-anak berjalan melalui lorong di bawah cahaya bulan purnama. Kini, karena perkembangan permukiman yang tidak terkontrol, Haq Al Laila umumnya dirayakan di ruang kelas dan kantor pemerintah. Di semua lingkungan yang paling tradisional, anak-anak keluar dari rumah ke rumah.

 

Seorang pembeli untuk perayaan Haq Al Laila, Abdulla Al Zaabi (45), mengatakan satu hal yang belum berubah adalah orang-orang masih membeli hadiah perayaan dari pasar Iran. Al Zaabi pergi ke Souq dengan putrinya untuk membeli kacang dan permen untuk tetangganya. Ia sengaja berbelanja ke Souq karena ada beberapa barang yang tidak bisa ditemukan di tempat lain seperti Carrefour. Menurutnya, di masa lalu, anak-anak tidak mendapatkan apapun selain kacang. Jika beruntung, mereka bisa mendapatkan minuman dingin.

 

"Orang-orang memiliki sedikit dan memberi anak-anak minuman seperti Vimto. Sebelum itu sederhana, tidak seperti sekarang. Saya akan membeli lima atau enam karton makanan. Hari ini saya membeli cadangan senilai 200 ribu dirham. Maksud saya, saya tidak melakukan ini demi keuntungan. Saya melakukannya karena itu adalah tradisi yang kami miliki dari masa lalu dan kami melakukannya setiap tahun," kata Ali, dilansir di The National, Selasa (1/5).

 

Di masa kini, ia mengatakan suguhan yang diberikan umumnya berupa permen dan coklat. Terpal dibentangkan di jalan utama souq selama sepuluh hari sebelum Haq Al Laila. Sementara sampah dari kacang dan kotak-kotak keripik tampak memenuhi jalan. Suasana demikian merupakan tanda pertama Ramadhan di UEA. Atmosfer tradisional menarik pembeli dari sejumlah tempat seperti Abu Dhabi, Dubai, dan Sharjah. Meskipun, barang itu didatangkan dari Dubai.

 

"Semua ini diimpor dari Dubai, Dubai adalah ibu dari Teluk. Tetapi mereka tidak memiliki atmosfer yang sama di souq di Dubai. Setiap souq memiliki atmosfernya sendiri," lanjut Ali.

 

Pertengahan atau tanggal 15 bulan Sha'ban memiliki arti istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Berbagai Haq Al Laila dirayakan di Iran dan Asia Selatan. Di wilayah atas Teluk, Haq Al Laila dirayakan pada pertengahan Ramadhan dan dikenal sebagai Gerga'an. Sedangkan di Oman dikenal dengan Qaranqasho. (Kiki Sakinah)

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Jamaah Haji Berwukuf di Arafah

Senin , 20 Agustus 2018, 23:56 WIB