Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

 

Dugderan, Simponi Suara Beduk dan Petasan Sapa Ramadhan

Jumat 03 Jun 2016 10:10 WIB

Red: Didi Purwadi

Karnaval Dugderan merupakan tradisi khas warga Kota Semarang yang digelar untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Karnaval Dugderan merupakan tradisi khas warga Kota Semarang yang digelar untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Foto: Antara/R Rekotomo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat Jawa Tengah, khususnya Semarang, selalu menantikan dugderan. Sebuah tradisi masyarakat Semarang dalam menyambut kehadiran bulan suci Ramadhan.

''Tradisi ini diisi dengan kegiatan berupa pasar rakyat dan festival, hal ini diadakan oleh masyarakat Semarang sekitar dua pekan sebelum Ramadhan tiba,'' ujar Rianti Wardhani, warga asli Semarang, seperti dikutip dari Pusat Data Republika.

Dugderan merupakan kegiatan yang bertujuan mengajak masyarakat menyambut datangnya Ramadhan dengan penuh sukacita. Kata dugderan sendiri terbentuk dari kata 'dug' yang merupakan kiasan dari suara beduk.

Kemudian, kata ‘der’ yang merupakan kiasan dari suara petasan, dan kata 'an' yang merupakan kata yang biasa digunakan oleh masyarakat Jawa Tengah dalam menggambarkan suatu kegiatan.

Dari susunan kata tersebut, maka dapat tergambarkan bahwa dugderan merupakan kegiatan yang diramaikan oleh suara beduk dan suara petasan.

Suara beduk dan petasan dalam tradisi dugderan merupakan suara yang menandakan secara simbolis bahwa Ramadhan telah dimulai. Kemeriahan suara beduk dan petasan tersebut merupakan acara puncak dari tradisi ini. Karena itulah, tradisi ini disebut dugderan.

Pasar rakyat dalam tradisi dugderan diselenggarakan di Jalan pemuda selama dua minggu menjelang Ramadhan. Sedangkan, karnaval dilakukan mulai dari Kantor Balai Kota menuju ke Masjid Agung Jawa Tengah.

Setelah iring-iringan karnaval tiba di Masjid Agung, acara dilanjutkan dengan acara pengumuman mengenai tibanya Ramadhan. Acara puncak dalam tradisi tersebut disambut dengan penuh sukacita oleh masyarakat dan diiringi oleh suara tabuhan beduk serta suara petasan dan meriam yang terbuat dari bambu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES