Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

 

Seperti Apa Puasa Para Nabi dan Rasul Sebelum Muhammad SAW?

Senin 13 Mei 2019 15:52 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi Ramadhan

Ilustrasi Ramadhan

Foto: Pixabay
Puasa para nabi dan Rasul sebelum Muhammad SAW tidak terbatas Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, Puasa juga merupakan salah satu syariat umat-umat terdahulu. Hanya saja, puasa tersebut bukanlah puasa Ramadhan.  Allah SWT berfirman dalam surah al-Baqarah ayat ke-183, ”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”  

Lalu bagaimanakah puasa-puasa umat terdahulu yang dicontohkan para nabi dan rasul mereka? Dalam sejarah Islam, para nabi juga telah melakukan puasa untuk mendekatkan diri kepada Allah. Menurut Ibnu Katsir dalam kitab Qashash al-Anbiya’ wa ar-Rusul, Nabi Adam AS yang pertama diturunkan ke bumi pernah berpuasa selama tiga hari setiap bulan sepanjang tahun.

Ada pula yang mengatakan bahwa Nabi Adam berpuasa pada 10 Muharram sebagai rasa syukur karena bertemu dengan istrinya, Hawa, di Arafah. Pendapat lainnya menyebutkan, Nabi Adam berpuasa sehari semalam pada waktu dia diturunkan dari taman surga oleh Allah.

Alquran maupun hadis memang tidak dijelaskan bagaimana bentuk puasa Nabi Adam dan nabi-nabi sesudahnya. Namun, ada petunjuk bahwa agama-agama yang dibawa oleh para rasul terdahulu itu adalah agama monotheisme yang mengajarkan kepercayaan pada keesaan Tuhan (Allah).

Setelah Nabi Adam, Nabi Nuh bersama umatnya juga melaksanakan puasa. Ibnu Katsir mengutip penjelasan Ibnu Majah menyebutkan bahwa, “Puasa Nuh adalah setahun penuh, kecuali hari Idul Fitri dan Idul Adha.”

Selain itu, Nabi Nuh juga memerintahkan kaumnya untuk menyembah Allah SWT dan berpuasa ketika mereka berbulan-bulan hidup terkatung-katung dalam perahu besar di tengah samudra luas akibat bencana banjir besar, seraya bertaubat kepada Allah.

Nabi Ibrahim AS juga terkenal dengan kegemarannya berpuasa, terutama pada saat hendak menerima wahyu dari Allah, yang kemudian dijadikan suhuf Ibrahim itu. Puasa menurut agama Ibrahim dilaksanakan oleh Ismail, putra Ibrahim yang terkenal taat beribadah itu; dan puasa Ibrahim diikuti pula  Nabi Ishaq (putra Ibrahim dari Sarah).

Nabi Ya'qub terkenal sebagai orang tua dan rasul yang gemar berpuasa, terutama untuk keselamatan putra-putranya. Sementara Nabi Yusuf berpuasa ketika berada dalam penjara bersama para terhukum lainnya. Kebiasaan berpuasa ini juga beliau terapkan ketika menjadi pembesar Mesir dan menjabat sebagai menteri perekonomian negeri tersebut.

Sedangkan Nabi Yunus berpuasa dari makan dan minum saat berada dalam perut ikan besar selama beberapa hari, kemudian berbuka puasa setelah dimuntahkan kembali dari dalam perut ikan itu. Untuk berbuka, dikisahkan beliau memakan buah semacam labu yang tumbuh di tepi pantai.

Nabi Ayub berpuasa pada waktu dia hidup dalam serba kekurangan dan menderita penyakit selama bertahun-tahun, sampai akhirnya lepas dari cobaan itu. Nabi Syuaib terkenal kesalehannya dan sebagai orang tua yang banyak melakukan puasa dalam rangka bertakwa kepada Allah, di samping dalam rangka hidup sederhana dan untuk kelestarian generasi sesudahnya.

Sementara, Nabi Musa berpuasa selama 40 hari 40 malam dalam persiapan menerima wahyu dari Allah di Bukit Sinai. Hal yang sama juga dilakukan oleh Nabi Ilyas ketika akan pergi ke Gunung Horeb untuk menerima wahyu dari Allah, dan Nabi Isa ketika dia mulai tampil di muka umum untuk menyatakan dirinya sebagai rasul.

  

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA