Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

 

Puasa Bukan Alasan untuk Merasa Lemas

Jumat 10 May 2019 16:37 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Indira Rezkisari

Di bulan puasa diperlukan sejumlah tips agar tetap bisa cantik dan sehat.

Di bulan puasa diperlukan sejumlah tips agar tetap bisa cantik dan sehat.

Foto: Republika/Prayogi
Agar puasa tidak lemas lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berpuasa bukan alasan untuk merasa lemas. Meski puasa aktivitas fisik minimal 30 menit sehari tetap dianjurkan. Bahkan, shalat tarawih bisa jadi salah satu pilihan aktivitas fisik.

Direktur Kesehatan Kerja Dan Olahraga Kemenkes Kartini Rustandi mengatakan, seringkali banyak orang saat berpuasa merasa lemas saat beraktivitas. "Kenapa lemas? Karena biasanya di otak kita sudah ada pola pikir kalau puasa itu lemas. Padahal ini biasa dilakukan seperti puasa Senin dan Kamis, apalagi puasa di Indonesia tidak selama seperti di Inggris yang bisa hampir 19 jam," katanya saat media briefing sehat di bulan puasa, di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (10/5).

Jadi, ia menyebut itu semua bergantung pikiran dan mental diri sendiri. Bahkan, seharusnya masyarakat yang berpuasa tetap melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari.

Apalagi, ia menambahkan, puasa bisa menghasilkan hormon endorfin yang membuat merasa senang dan nyaman. Kendati demikian, ia menyebut olahraga yang dilakukan saat berpuasa lebih ringan dan memperhatikan konsep baik benar terukur dan teratur (BBTT).

"Shalat tarawih juga aktivitas fisik karena gerakannya mengeluarkan energi apalagi shalat juga memiliki efek refleksi seperti stretching saat rukuk membungkuk dan duduk di antara dua sujud. Makanya orang harus shalat dengan baik dan teratur," ujarnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat bisa menjalankan shalat tarawih yang menerapkan rakaat banyak. Kendati demikian, ia meminta masyarakat tidak memaksakan diri dan tahu kemampuan.

Masyarakat bisa aktivitas fisik saat setelah sahur dan menjelang berbuka dengan beban yang dikurangi.  "Bisa dengan jalan-jalan keliling mal 30 menit sebelum berbuka puasa dan kalau jalan ngos-ngosan ya setop. Intinya perhatikan BBTT," ujarnya.


Baca Juga

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA