Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

 

Panduan Berpuasa Penderita Hipertensi dan DM

Jumat 10 May 2019 16:01 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Indira Rezkisari

Hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Foto: ist
Penderita hipertensi dan DM perlu mengatur konsumsi obat saat puasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat Muslim yang menderita penyakit seumur hidup seperti hipertensi dan kencing manis (diabetes mellitus/DM) ternyata masih bisa menjalani puasa Ramadhan. Kendati demikian ada panduan dan anjuran tertentu yang harus dipatuhi termasuk menghitung kebutuhan kalori.

Pakar Diet Instalasi Gizi RSCM Triyani Kresnawan mengungkap pasien DM yang tidak bergantung pada suntik insulin masih boleh berpuasa. "Asalkan dia (pasien diabetes) bisa menghitung kalorinya dengan baik sesuai kebutuhan berdasarkan tinggi badan, berat badan, hingga aktivitasnya. Dia juga harus tetap konseling dan minum obat oral," katanya saat media briefing sehat di bulan puasa, di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (10/5).

Sedangkan untuk pasien yang tergantung dengan insulin, dia melanjutkan, dianjurkan supaya tidak berpuasa.  Pun halnya dengan penyakit darah tinggi. Ia menyebut pasien hipertensi juga masih bisa berpuasa.

Kendati demikian, ia meminta pasien hipertensi harus mengatur pola minum obat saat berbuka dan sahur. Ia juga meminta pasien tekanan darah tinggi yang berpuasa mengatur asupan kalori dengan baik dan benar-benar memperhatikan kandungan makannya saat berbuka dan sahur.

"Untuk hipertensi bisa mengurangi asupan garam karena garam untuk mereka yang dianjurkan sekitar 5 gram atau satu sendok teh sehari," ujarnya.


Baca Juga

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA