Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

 

Empat Tips Puasa Sehat untuk Lansia

Rabu 08 May 2019 14:58 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Christiyaningsih

Ilustrasi Kesehatan lansia

Ilustrasi Kesehatan lansia

Foto: Republika/Musiron
Puasa dalam jangka waktu yang lama mungkin bukan perkara mudah bagi lansia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama puasa Ramadhan, menahan makan dan minum dalam waktu yang cukup lama mungkin bukan perkara mudah bagi lansia. Lansia sebaiknya mempersiapkan diri dengan lebih seksama agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik tanpa mengganggu kondisi kesehatan. Berikut ini adalah beberapa tips berpuasa sehat yang bisa dilakukan lansia.

1. Lihat kemampuan diri

Baca Juga

Lansia yang hendak berpuasa sebaiknya menakar kemampuan diri untuk menahan haus dan lapar dalam waktu yang cukup lama. Durasi berpuasa di Indonesia ialah sekitar 14 jam.

"Kalau masih kuat menahan lapar sekitar 14 jam, kan di indonesia durasi berpuasa sekitar 14 jam ya, sebenarnya tidak apa-apa," terang spesialis gizi klinik dari Mayapada Hospitals, Arti Indira.

2. Pertimbangkan penyakit penyerta

Selain menakar kemampuan diri untuk berpuasa, penting bagi lansia untuk mempertimbangkan penyakit yang diderita sebelum memulai berpuasa. Seperti diketahui, kelompok lansia biasanya memiliki kondisi-kondisi kesehatan tertentu karena faktor usia.

Arti mengungkapkan ada beberapa kondisi yang membuat lansia tidak disarankan berpuasa. Salah satu yang tidak disarankan berpuasa adalah lansia dengan diabetes mellitus tipe 1. "Dari dulu sudah sakit diabetes, itu sudah pasti tidak boleh," ungkap Arti.

Lansia dengan maag berat dan perdarahan saluran cerna juga tidak dianjurkan untuk berpuasa. Anjuran yang sama juga berlaku untuk lansia dengan migren berat.

Lansia dengan diabetes mellitus tipe 2 yang harus mengonsumsi obat pagi, siang, dan malam juga tidak dianjurkan berpuasa. Lansia penderita diabetes yang memiliki riwayat dirawat di rumah sakit karena kadar gula darah yang melonjak tinggi atau menurun drastis juga diimbau untuk tidak berpuasa. "Jadi tergantung dari penyakit penyertanya, boleh atau nggaknya puasa," jelas Arti.

3. Makan lengkap dan seimbang

Lansia yang dinyatakan boleh berpuasa juga perlu memperhatikan asupan makan dengan baik. Hal ini penting untuk diperhatikan karena sebagian lansia biasanya mengalami penurunan nafsu makan atau sulit makan.

Makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka sebaiknya lengkap dan seimbang. Jika lansia mengalami sedikit kesulitan makan karena hal tertentu seperti susu, konsumsi makanan cair bernutrisi lengkap boleh dipertimbangkan.

Setelah berbuka puasa, lansia juga boleh mendapatkan camilan sehat. Beberapa contoh camilan sehat yang bisa dikonsumsi lansia adalah buah, kacang-kacangan, yogurt, serta susu. Kebutuhan kalori untuk lansia cenderung lebih rendah daripada orang dewasa. Dibutuhkan sekitar 1.900 kalori untuk lansia laki-laki dan 1.500 kalori untuk lansia perempuan.

4. Cairan

Hal yang tak kalah penting untuk lansia berpuasa adalah kecukupan asupan cairan. Meski berpuasa, kebutuhan cairan lansia harus terpenuhi dengan baik.

Pemenuhan cairan untuk lansia bisa dilakukan dengan cara membagi-bagi jatah minum dalam satu hari. Misalnya saat sahur, usahakan lansia minum tiga gelas air putih. Satu gelas air putih diminum saat bangun tidur, satu gelas air putih diminum setelah makan sahur, dan satu gelas air putih diminum sebelum imsak atau azan subuh.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA