Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

 

Sudah Masuk Ramadhan, Masih Punya Utang Puasa?

Senin 06 May 2019 14:21 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Ilustrasi Ramadhan

Ilustrasi Ramadhan

Foto: Pixabay
Prof Amin Suma memaparkan kasus bagaimana bila seseorang punya utang puasa Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari ini menjadi awal bulan suci Ramadhan di Tanah Air. Mungkin ada di antara kita yang hingga datangnya Ramadhan belum sempat mengganti (qadha) puasa tahun lalu. Nah, bagaimana hukumnya?

Terkait ini, Prof Dr Amin Suma dari Dewan Pakar Studi Alquran (PSQ) memberikan jawaban. Melansir dari rubrik "Konsultasi Zakat" Harian Republika, Senin (6/5), penjelasan dalam bentuk tanya jawab itu sebagai berikut.

Baca Juga

Jika seseorang tidak berpuasa dalam beberapa hari Ramadhan pada tahun lalu disebabkan fisik yang menjadi lemah, kondisi itu sama dengan orang yang tidak berpuasa pada saat sakit.

Artinya, kewajiban bagi orang tersebut hanya mengganti (qadha) puasa yang tertinggal itu dalam rentang waktu bulan Syawal hingga akhir Sya'ban.

Seandainya qadha puasa itu tidak juga dilaksanakan hingga bertemu Ramadhan tahun ini, maka orang tersebut tetap wajib meng-qadha puasa yang tertinggal itu, dan juga terkena kafarat fidiah untuk hari-hari puasa yang ditinggalkannya.

Hal ini disebabkan orang tadi tidak menuntaskan kewajiban dalam rentang waktu yang sangat lapang tersebut, yakni sejak Syawal hingga akhir Sya'ban lalu.

Pelaksanaan kafarat fidiah sama dengan fidiah biasa, yakni sebanyak 1 mud makanan pokok, yaitu kurang dari 1 kg beras atau 6 ons beras untuk satu hari yang ditinggalkan. Dalam hal ini, sasaran fidiah bisa satu orang atau lebih.

Sumber : Konsultasi Zakat Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA