Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

 

Sehat Puasa dengan Menghindari Gorengan

Senin 06 May 2019 08:54 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Indira Rezkisari

Menggoreng dengan minyak.

Menggoreng dengan minyak.

Foto: Flickr
Saat puasa memasak ala gorengan bisa diganti dengan mengukus atau memanggang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama menjalankan ibadah puasa, berbagai jenis makanan akan muncul (dijajakan) sebagai sajian, baik untuk menu sahur maupun berbuka. Dari mulai makanan yang digoreng hingga minuman manis yang nampak menyegarkan.

Namun, perlu ingat bahwa makanan yang sehat adalah makanan yang tidak diolah dengan cara menggoreng. Hal itu disampaikan oleh Spesialis Gizi Klinis, MRCCC Siloam Hospitals, dr Samuel Oetoro.

Oetoro menjelaskan menggoreng dapat diganti dengan cara memasak seperti memepes, mengukus dan memanggang. Cara itu, menurutnya, tidak mengurangi kandungan yang terdapat didalam makanan dan dapat terhindar dari berbagai macam penyakit.

"Contoh, memasak ayam bisa dijadikan sup, di-grilled atau dibakar, kan sama enaknya, tapi itu kan sehat," kata Oetoro kepada Republika.

Sementara, untuk minuman, Oetoro menganjurkan, untuk mengonsumsi yang manis-manis. Sebab, selama berpuasa kadar gula darah akan menurun. Karena itu, mengonsumsi minuman yang mengandung gula sangat penting untuk meningkatkan kadar gula darah menjadi normal.

Oetoro mengatakan, untuk meningkatkan kadar gula, hindari menggunakan gula pasir, gula aren dan sebagainya. Dia menyarankan agar mengonsumsi buah-buahan yang mengandung fruktosa.

"Kadar gula setiap orang berbeda-beda. Tapi secara umum 80 miligram per desiliter (mg/dL) darah, itu normalnya," katanya

Dia menjelaskan, fruktosa merupakan jenis gula buah yang tidak membutuhkan hormon insulin untuk mendorong gula yang masuk kedalam sel darah. Namun, jika menggunakan gula pasir atau gula aren untuk memproses ke dalam sel, membutuhkan kerja hormon insulin.

"Kalau gula biasa (pasir, aren dan merah) itu namanya glukosa. Itu perlu hormon insulin yang terus memacu untuk bekerja. Kalau dipacu terus menerus (hormon insulin) bisa lemah dan Anda dapat terkena diabetes," jelasnya.

Dia menyebut, untuk menu berbuka puasa yang manis, semangka dan melon sangat tepat untuk meningkatkan kadar gula darah karena kandungan fruktosa yang tinggi. Akan tetapi, jika merasa bosan, kurma dapat menjadi alternatif untuk menu berbuka.

"Kurma yang memiliki kulit yang keras loh ya. Kurma Ajwa itu 3-4 biji, kalau kurma Medjool boleh satu butir," katanya.


Baca Juga

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES