Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Sahur

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

 Ahad 05 May 2019 12:22 WIB

Tambahkan potongan buah di sereal sebagai menu sahur sehat. Foto: Max Pixel Tambahkan potongan buah di sereal sebagai menu sahur sehat.

Makanan terbaik untuk sahur harus tinggi protein, energi dan memiliki lemak sehat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umat muslim di seluruh dunia khususnya Indonesia akan segera menjalankan ibadah puasa. Selama menjalankan ibadah puasa asupan menjadi hal yang sangat krusial. Alasannya pilihan makanan juga dapat memengaruhi tingkat energi anda, tekanan gula darah rendah, energi merosot, perubahan suasana hati, dan sakit kepala atau migrain.

Idealnya, sahur harus penuh nutrisi dan tidak terlalu berat, serta mengandung kombinasi protein berkualitas tinggi, menghidrasi dari sayuran dan air (atau teh herbal). Dilansir di Healty Muslimah, resep-resep sahur berikut bisa menjadi ide memilih makanan terbaik.

Protein itu penting. Sangat penting menghadirkan protein dalam makanan sahur. Protein membuat anda merasa kenyang, tercerna dengan lambat, dan membantu menstabilkan kadar gula darah. Sangat penting untuk memenuhi kebutuhan tubuh selama berpuasa lebih dari 12 jam.

Mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah besar, seperti sereal, paratha, roti, kue, jus buah, minuman manis termasuk teh manis akan menyebabkan fluktuasi gula darah. Bahkan, asupan itu bisa membuat anda merasa lelah, sakit kepala, dan lemah.

Kurma bisa menjadi salah satu pilihan terbaik saat sahur. Kurma adalah makanan yang sering disebut dalam Alquran dan sunnah sebagai pembangkit tenaga. Kurma sangat baik dikonsumsi saat sahur.

Protein akan membuat anda merasa kenyang. Sebab, protein dicerna lebih lambat dan membantu menstabilkan kadar gula darah. Berikut protein yang bisa menjadi pilihan sahur, yakni telur, ayam, daging, ikan, bubuk protein yang dicampur dalam smoothie atau bubur, almond, dan kacang-kacangan lainnya.

Lemak sehat yang dapat menjadi pilihan untuk dikonsumsi, seperti minyak zaitun, minyak kelapa, alpukat, zaitun, kelapa, almond, kenari, dan kacang lainnya, biji (chia, rami, labu, bunga matahari), salmon dan ikan berlemak lainnya, mentega (dari sapi yang diberi makan rumput), ghee (dari sapi yang diberi makan rumput).

Makanan mengandung antioksidan dapat menjadi menu sahur, seperti buah beri yang mengandung flavonoid. Tambahkan beberapa blueberry atau raspberry ke oatmeal atau smoothie protein untuk tambahan antioksidan.

Kemudian bila ingin mengonsumsi biji-bijian coba cari yang utuh dan hindari yang olahan.Anda bisa mencoba menu sahur oatmeal dengan santan, ditaburi kacang dan kelapa parut segar atau bola-bola oatmeal, quinoa yang juga tinggi protein, nasi merah gandum dengan protein.

Sayuran dan minuman yang menghidrasi,seperti, air/air lemon/teh herbal atau air kelapa yang tinggi elektrolit, sayuran dengan kadar air tinggi seperti mentimun, tomat, seledri, dan lain-lain.

Makanan yang mengalkalinisasi tubuh dan meningkatkan vitamin dan mineral. Menjaga tubuh dalam kondisi alkali yang sehat adalah hal penting, terutama karena anda tidak minum air sepanjang hari. 

Jadi, manfaatkan sahur untuk meningkatkan kondisi tubuh anda dengan alkalinisasi makanan dan meningkatkan vitamin dan mineral. Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, zucchini, dan lain-lain sangat baik untuk alkali tubuh, green powders dapat ditambahkan ke smoothie, dan lemon segar dapat diperas ke dalam air.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X