Senin, 4 Syawwal 1439 / 18 Juni 2018

Senin, 4 Syawwal 1439 / 18 Juni 2018

 

Cara Turunkan Berat Badan dan Tetap Fit Selama Ramadhan

Selasa 22 Mei 2018 01:07 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolanda

Perbanyak konsumsi air di saat buka hingga sahur demi menjaga mulut bebas bau.

Perbanyak konsumsi air di saat buka hingga sahur demi menjaga mulut bebas bau.

Foto: pixabay
Puasa adalah detoks alami yang membantu meningkatkan metabolisme.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Sejumlah orang menggunakan bulan Ramadhan untuk mengurangi berat badan. Sejumlah lainnya ingin memperbaiki gaya hidup dan menjadi lebih sehat. 

Bulan Ramadhan memang bulan segala manfaat, seseorang dapat membersihkan tak hanya jiwa tapi juga fisiknya. Bulan suci Ramadhan dinilai sebagai waktu yang tepat untuk memulai perjalanan kebugaran fisik sambil tetap pada perjalanan spiritual agar lebih dekat dengan Allah. Puasa telah diakui memiliki banyak manfaat kesehatan. 

Puasa adalah detoks alami yang membantu meningkatkan metabolisme dan meningkatkan penurunan berat badan, meningkatkan kesehatan kardiovaskular, menurunkan tekanan darah, membantu daur ulang sel dan masih banyak lainnya.

Seorang Ahli Gizi dari FITPASS di India, Mehar Rajput mengatakan ada sejumlah tips yang bisa dilakukan agar tujuan penurunan berat badan selama Ramadhan bisa sukses. Tips ini diklaimnya bisa membuat tetap langsing dan bugar.

Pertama, perbanyak minum dan minimal dua gelas air selama sahur. Kedua, makan buah-buahan yang membuat kita terhidrasi seperti semangka dan anggur. Ketiga, sertakan serat, protein dan karbohidrat dalam makanan sahur untuk menghindari rasa lapar.

Mehar mengatakan, tak masalah jika seseorang tetap berolahraga dan intensitasnya diturunkan selama berpuasa. Saat berbuka, kurma menjadi pilihan yang pas karena tinggi serat dan kalium serta membantu dalam retensi air. Kurangi berbuka puasa dengan makanan pedas seperti kebab atau chutney, ini dapat menyebabkan sakit maag. Jangan mengandalkan makanan cepat saji, pertahankan aturan makan 90/10, yaitu 90 persen makanan dengan kandungan gizi tinggi dan 10 persen makanan penutup dan goreng-gorengan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES