Tuesday, 3 Zulhijjah 1439 / 14 August 2018

Tuesday, 3 Zulhijjah 1439 / 14 August 2018

 

Jangan Menunda Pekerjaan Selama Ramadhan

Kamis 17 May 2018 13:55 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Agung Sasongko

Ramadhan

Ramadhan

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Kebiasaan menunda yang berujung malas menciptakan rintangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Godaan menunda pekerjaan di bulan puasa adalah musuh besar yang menghancurkan produktivitas Anda. Muslim sekaligus pakar bisnis dari Birmingham University, Inggris, Talha Tashfeen Qayyum mengatakan pekerjaan besok harus mulai dilakukan hari ini, dan pekerjaan hari ini harus diselesaikan hari ini juga.

"Kebiasaan menunda yang berujung malas menciptakan rintangan bagi Anda sepanjang kehidupan, apakah itu belajar, bekerja, agama, atau tugas-tugas Anda yang lain. Jika tidak ditangani sedini mungkin dan seefektif mungkin, ini akan menjadi gaya hidup yang terus menerus Anda lakukan sampai Anda tak punya waktu tersisa melakukan hal-hal yang Anda inginkan dan impikan," kata Qayyum, dilansir dari Productive Muslim, Kamis (17/5).

Godaan menunda pekerjaan sering muncul selama bulan puasa. Buatlah niat untuk mengalahkan hasrat menunda pekerjaan selama Ramadhan dengan mengikuti langkah-langkah berikut.

Berdoa

Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya doa-doa yang indah untuk menangkal semua bentuk kemalasan, tekanan, dan rintangan yang menghalangi kita mengoptimalkan kehidupan spritual dan duniawi. Hafalkan doa brilian ini dan ucapkan beberapa kali dalam keseharian Anda.

"Allahumma inni 'a'udhubika minal hammi walhuzni, Wal'ajzi walkasali, walbukhli waljubni, Wa dal'id-daiyni wa ghalabatir-rajal."

Artinya, Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu daripada keluh kesah dan dukacita, aku berlindung kepada-Mu dari lemah kemauan dan malas, aku berlindung kepada-Mu daripada sifat pengecut dan kikir, aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan hutang dan kezaliman manusia. (HR Abu Dawud).

photo

Infografis Ramadhan

Tidur lebih awal

Rasulullah adalah teladan bagi umat manusia. Salah satu kebiasaan beliau yang patut diteladani adalah tidur dan bangun lebih awal. Ini melatih tubuh menjalani kebiasaan itu, sehingga kesehatan tetap terjaga. Kebanyakan orang saat ini masih tetap terjaga hingga larut malam di bulan puasa.

Penelitian tentang perilaku Muslim selama Ramadhan menunjukkan 60 persen dari mereka yang berpuasa tetap terjaga setelah pukul 23.00 malam, biasanya karena menonton televisi atau terlalu bercengkerama dengan teman dan keluarga.

Mulai berlatih

Berlatih di sini adalah memperbaiki kebiasaan-kebiasaan buruk dan pikiran negatif yang muncul saat berpuasa. Gabungkan kebiasaan produktif dan pikiran positif ke dalam rutinitas Anda.

"Anda harus berhenti membuang waktu hanya untuk online," kata Qayyum.

Manajemen waktu

Ramadhan karunia berharga dari Allah SWT. Anda hanya mempunyai waktu 30 hari untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya yang mungkin kesempatan sama tidak Anda dapatkan lagi tahun berikutnya.

Pastikan Anda memanajemen waktu yang baik, mulai dari disiplin waktu ibadah, waktu bekerja, dan waktu istirahat. Pastikan pula Anda mematuhi jadwal yang sudah Anda susun.

Shalat tepat waktu

Shalat lah tepat waktu, maka Allah SWT akan memanajemen waktu hidup Anda sebaik-baiknya. Ketika adzan berkumandang, hentikan seluruh pekerjaan, pergi ke musala menunaikan ibadah.

Cara termudah untuk menghindari godaan menunda shalat adalah berdoa sesering mungkin. Lakukan hal ini, sehingga tubuh Anda bisa rileks dan berdamai dengan diri sendiri.

Membaca Alquran

Membaca Alquran memberi Anda dosis yang cukup untuk menjalani puasa sehari penuh. Bacalah kitab suci sebanyak mungkin di bulan suci ini.

Alquran dibagi ke dalam 30 jus. Anda bisa menyelesaikan satu juz sehari dengan membaca empat halaman Alquran setiap selesai shalat setiap hari. Ini membuat Anda khatam Alquran di bulan Ramadhan, insya Allah.

Lakukan apa yang bisa dilakukan

Selalu ingat bahwa Anda harus melakukan pekerjaan yang bisa dan harus Anda lakukan dengan segala cara, meski terkadang Anda tidak suka melakukannya. Meninggalkan pekerjaan tidak akan membuat tanggung jawab Anda hilang begitu saja, sebab pekerjaan itu menunggu untuk diselesaikan. Kewajiban apapun, entah itu agama, pekerjaan, dan keluarga, lebih baik melakukannya sepenuh hati dari pada menunda dan melakukannya tergesa-gesa.

(Lihat Video: Dekat dengan Ramadhan)

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES