Rabu, 4 Zulhijjah 1439 / 15 Agustus 2018

Rabu, 4 Zulhijjah 1439 / 15 Agustus 2018

Jaga Keseimbangan Gizi Saat Puasa dengan Pedoman 'Piring Makanku'

Kamis 23 Juni 2016 13:26 WIB

Red: Hazliansyah

Menurut dr. Inge Permadhi dalam acara Buka Puasa Bersama Danone Indonesia dengan tema “Optimalisasi Asupan Gizi dan Air saat Bulan Puasa dan Hari Raya”, pola makan yang berubah pada saat berpuasa dan hari raya mendorong tubuh kita melakukan penyesuaian. Ke

Menurut dr. Inge Permadhi dalam acara Buka Puasa Bersama Danone Indonesia dengan tema “Optimalisasi Asupan Gizi dan Air saat Bulan Puasa dan Hari Raya”, pola makan yang berubah pada saat berpuasa dan hari raya mendorong tubuh kita melakukan penyesuaian. Ke

Foto: IST

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjaga asupan gizi dan air bagi keluarga pada saat berpuasa sangatlah penting. Orang tua memiliki peranan yang besar dalam menjaga keseimbangan tersebut.

Dr.dr. Inge Permadhi, Ms, SpGK, spesialis gizi klinik mengatakan, saat puasa tubuh menyesuaikan diri dengan pola makan sahur dan berbuka. Karena itu penting bagi orang tua memahami metabolisme tubuh agar dapat memberikan asupan gizi dan air yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga.

"Orang tua harus dapat memastikan hidangan sahur dan buka puasa keluarga yang berpedoman pada gizi seimbang. Orang tua harus mengjaga agar anggota keluarga tetap mempertahankan keseimbangan asupan gizi maupun hidrasi," ujar Inge Permadhi dalam acara buka puasa Danone Indonesia dengan tema "Optimalisasi Asupan Gizi dan Air saat Bulan Puasa dan Hari Raya" di hotel Pullman, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013 mengungkapkan bahwa satu dari tiga anak usia sekolah cenderung bertubuh pendek. Hal ini merupakan indikasi kekurangan gizi menahun yang dapat berisiko pada pertumbuhan dan perkembangan anak.

Data Riskesdas tahun 2013 juga menunjukkan bahwa prevalensi berat badan berlebih dan obesitas pada populasi dewasa di Indonesia mencapai 13,5 persen dan 15,4 persen. Berat badan berlebih dan obesitas dapat menyebabkan risiko predominan penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, diabetes ataupun stroke yang meningkatkan risiko kematian.

"Gizi tidak boleh kekurangan maupun kelebihan karena keduanya dapat mengganggu kesehatan," ujar dr. Inge.

Lebih lanjut Inge mengatakan, orang tua dapat berpedoman pada "Piring Makanku" dalam menyediakan hidangan dari berbagai kelompok makanan yang berbeda. Sehingga keluarga selalu memeroleh asupan karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, serat dan air yang cukup setiap sahur dan berbuka.

"Untuk porsi sekali makan, isi setengah piring dengan makanan pokok seperti nasi atau roti dan lauk-pauk. Penuhi setengah bagian lainnya dengan sayur yang dilengkapi dengan buah-buahan serta batasi gula, garam dan minyak," kata dia.

Saat sahur atau berbuka, Anda juga dapat menambahkan segelas susu yang merupakan sumber protein dan kalsium sebagai bagian dari gizi seimbang. Susu adalah minuman pelengkap yang mudah dicerna, praktis dan ekonomis untuk membantu melengkapi kecukupan gizi pada semua usia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Pentas Seniman Bandung Peduli Lombok

Selasa , 14 Agustus 2018, 23:59 WIB