Hindun binti Utbah, Terbaik dalam Jahiliyah, Terbaik dalam Islam

Rep: c38/ Red: Damanhuri Zuhri

 Jumat 19 Jun 2015 07:22 WIB

Jabal Uhud, Madinah. Foto: ROL/Agung Sasongko Jabal Uhud, Madinah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hindun binti Utbah, seorang wanita cerdas dan terhormat di kalangan Quraisy. Ia memiliki sifat-sifat yang jarang dimiliki kaum wanita pada umumnya. Ia fasih, percaya diri, berani, tegas, punya pandangan yang tepat, sekaligus cerdik dan berjiwa ksatria tinggi.

Hindun menikah dengan Abu Sufyan bin Harb kemudian melahirkan Utbah dan Mu’awiyah. Saat nubuwah itu datang kepada Muhammad, Hindun menolak. Ia bahkan merancang berbagai tipu daya bersama suaminya.

Hindun memiliki andil besar pada perang Uhud. Dalam perang itu, ia menaruh dendam membara terhadap Hamzah bin Abdul Muthalib lantaran Hamzah telah membunuh ayah dan kedua pamannya pada saat perang Badar. Sepanjang siang dan malam, Hindun terus memikirkan cara untuk membalas dendam.

Perempuan itu lalu menemukan momentum tepat saat perang Uhud. Ia perintahkan budaknya untuk membunuh Hamzah dengan iming-iming kemerdekaannya. Setelah terbunuh, seolah tak cukup ia kemudian memutilasi jasad Hamzah dengan sangat keji.

Setelah 20 tahun menggelorakan permusuhan, Hindun akhirnya menerima cahaya Islam pada masa penaklukan kota Mekkah.

Sejak itu, ia berubah menjadi pribadi yang tunduk dan taat pada perintah Allah. Begitu masuk Islam, ia langsung memukul berhala-berhala miliknya dengan kapak hingga berkeping-keping sambil mengatakan, “Dulu, kami teperdaya karenamu.”

Hindun binti Utbah juga memiliki sikap monumental pada masa perang Yarmuk. Kaum Muslimin menyerang habis-habisan kala itu, membunuh banyak tentara Romawi. Sementara, kaum wanita memukuli pasukan Muslimin yang melarikan diri. Tak seorang pun mampu menguasai diri hingga kembali berperang.

Hindun lalu keluar dengan kecapi, menuturkan bait-bait semangat yang ia pernah tuturkan saat perang Uhud. Ketika melihat suaminya melarikan diri, ia memukul wajah kudanya dengan kayu.

Ia berkata, “Kamu mau kemana, anak Shakr? Kembalilah berperang. Korbankan nyawamu untuk membersihkan kesalahan-kesalahan masa lalu kala kau dulu menghasut semua orang untuk melawan Rasulullah.”

Zubair ibn Awwam berkata, “Saat mendengar kata-kata Hindun yang ia ucapkan kepada Abu Sufyan, aku teringat perang Uhud, saat kami berada di antara Rasulullah SAW.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X