ACT Buka Dapur Umum

Rep: c67/ Red: Damanhuri Zuhri

 Jumat 11 Jul 2014 06:20 WIB

Program Ramadhan ACT Komunitas Punk Muslim sedang menghias diri saat akan mengikuti konfrensi pers Aksi cepat Tanggap (ACT) terkait bulan Ramadhan di Jakarta, Jumat (27/6). Foto: Republika/ Tahta Aidilla Program Ramadhan ACT Komunitas Punk Muslim sedang menghias diri saat akan mengikuti konfrensi pers Aksi cepat Tanggap (ACT) terkait bulan Ramadhan di Jakarta, Jumat (27/6).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN — Aksi Cepat Tanggap (ACT) membuka dapur umum untuk dhuafa. Tema program ini Menangkan Ramadhan.

Ketua Tim Disaster Emergency and Relief Management ACT Andhika P Swasono mengungkapkan dapur umum berdiri di kompleks perkantoran Ciputat Indah Permai, Tangerang Selatan.

“Kami siap melayani masyarakat yang membutuhkan hidangan saat sahur dan berbuka,” kata Andhika Senin (7/7). Pelayanan terutama bagi pengungsi di lokasi bencana, di antaranya korban kebakaran di Jakarta dan banjir di Tangerang.

Korban kebakaran berada di Dukuh, Kamal Muara, dan Muara Baru, Jakarta Utara. Selain untuk lokasi tersebut, dapur umum didirikan bagi pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung, Sumatra Utara (Sumut).

Menurut Andhika, makanan dari dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan pengungsi di sana. Mereka berbulan-bulan di tenda pengungsian. “Kami meyakini para pengungsi itu membutuhkan hidangan dari dapur umum.”

Bagi masyarakat yang ingin berbagi, baik dalam bentuk bahan mentah maupun nasi kotak, bisa datang ke ACT di kompleks perkantoran Ciputat Indah Permai, Tangerang Selatan. Ada 250 paket makanan disediakan untuk para pengungsi.

Tati (38 tahun), ibu rumah tangga korban kebakaran Gandaria, tepatnya di belakang Mal Gandaria, terharu ketika Tim ACT mendistribusikan ratusan paket nasi untuk buka puasa pada Jumat lalu. “Terima kasih membantu kami yang susah,” katanya.

Terima kasih juga disampaikan Syamsi (26), korban kebakaran. “Alhamdulillah, kami sahur dan buka puasa gratis. Terima kasih bantuannya.”

Ia juga berharap ada bantuan lain berupa bahan bangunan. Sebab, Syamsi ingin kembali membangun rumahnya yang hangus terbakar api akibat kebakaran.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X