KBRI Maroko Gelar Buka Puasa dan Tarawih Bersama

Red: Damanhuri Zuhri

 Selasa 01 Jul 2014 12:00 WIB

Dubes RI di Maroko Tosari Wijaja (tengah) bersama warga RI di Maroko pada acara buka puasa bersama dan shalat tarawih berjamaah di KBRI Maroko Foto: dok.kbri-rabat Dubes RI di Maroko Tosari Wijaja (tengah) bersama warga RI di Maroko pada acara buka puasa bersama dan shalat tarawih berjamaah di KBRI Maroko

REPUBLIKA.CO.ID, RABAT -- Mengawali Ramadhan 1435 H, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Maroko, Tosari Wijaya mengundang segenap warga Indonesia di Maroko untuk berbuka puasa bersama dan melaksanakan shalat tarawih berjamaah di Wisma Dubes RI di Rabat.

Puasa di Rabat yang dimulai Ahad (29/6), sedikit lebih panjang waktunya dibanding dengan di Tanah Air. Waktu Subuh untuk kota Rabat pukul 03.27, dan waktu Magrib untuk berbuka pukul 19.47. Shalat Isya dan tarawih baru dimulai pukul 21.20 waktu Rabat.

Buka puasa dan tarawih bersama di Wisma KBRI tersebut dihadiri Dewan Pakar Pusat Studi Alquran (PSQ) Jakarta Dr Muchlis M.Hanafi dan Dr Saleh Daulay, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

Keduanya, Ramadhan tahun ini mendapat undangan kehormatan dari Kerajaan Maroko, bersama-sama para ulama dan cendekiawan dari dunia Islam lainnya, menghadiri Hassanian Lecture (Durus Hasaniyyah), sebuah forum ilmiah yang digelar Raja Maroko di istana kerajaan.

Duta Besar RI, Tosari Wijaya, menyambut baik keikutsertaan ulama Indonesia dalam forum tersebut dan berharap dapat meningkatkan hubungan kerja sama antara kedua negara yang selama ini terjalin dengan baik. Tosari berharap kebersamaan warga Indonesia di Maroko tetap terpelihara.

Hikmah Ramadhan menjelang berbuka disampaikan Saleh Daulay yang mengingatkan pentingnya memanfaatkan Ramadhan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas kepribadian seorang Muslim.

Sebagai pesan menjelang pemilihan Presiden, Saleh mengingatkan agar setiap warga negara menggunakan hak pilihnya dengan baik untuk Indonesia yang lebih baik.

Sementara itu, dalam taushiah menjelang salat tarawih, Muchlis Hanafi mengingatkan agar setiap Muslim memuliakan pengantin Ramadhan yang sesungguhnya, yaitu Al-Qur`an.

Perintah puasa, menurut alumnus universitas Al-Azhar ini, pada QS. Al-Baqarah ayat 184, disebut setelah menjelaskan bulan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur`an.

''Berpuasa dan amal ibadah lainnya di bulan Ramadhan merupakan ungkapan rasa syukur kita atas karunia Allah yang terbesar, yaitu Al-Qur`an,'' papar Ustaz Muchlis melalui surat elektronik kepada Republika Senin (30/6).

Selain dengan beribadah, jelas Muchlis, ungkapan syukur terhadap nikmat Al-Qur`an adalah dengan menjadikannya sebagai pedoman hidup, sesuai fungsi Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi umat manusia.

''Oleh karenanya, Al-Qur`an jangan hanya dibaca dan dihafal, juga dipahami, dihayati, diamalkan dan didakwahkan,'' papar alumnus Pondok Modern Daarussalam Gontor ini menambahkan.   

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X