Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

 

Agar Pekerja Berat Mampu Berpuasa

Selasa 30 Jul 2013 21:00 WIB

Red: A.Syalaby Ichsan

kuli bangunan

kuli bangunan

Foto: Republika/Mg15

Oleh Rosita Budi Suryaningsih

REPUBLIKA.CO.ID, Puasa wajib memberikan tantangan tersendiri bagi mereka yang mempunyai pekerjaan berat. Misalnya, kuli angkut, pekerja bangunan, pekerja tambang, buruh pabrik, dan pekerjaan lain yang menguras tenaga. Saat berpuasa, pekerjaan mereka tak terhenti. 

Meski tak ada asupan makan dan minum, mereka tetap harus membanting tulang melakukan pekerjaan berat tersebut. Karena jenis pekerjaannya itu, banyak yang tak kuat menahan haus dan lapar. Inilah alasan sebagian dari mereka untuk tidak berpuasa. 

Ada pula yang hanya minum dan makan saat pukul 12.00 WIB, kemudian lanjut berpuasa hingga sore harinya. Namun, tak sedikit dari pekerja berat ini tetap ingin berpuasa secara penuh meski pekerjaannya menguras tenaga di bawah terik matahari.

Ahli Pangan dan Gizi dari IPB, Prof Hardinsyah, mengatakan bahwa bagi para pekerja berat tersebut tentunya memerlukan asupan makanan yang berbeda dengan orang biasa. “Mereka harus banyak minum kala sahur dan setelah berbuka,” ujarnya belum lama ini. 

Para pekerja berat mengeluarkan keringat yang lebih banyak dari orang biasa. Untuk itu, ketika malam harinya, perlu mengonsumsi air yang lebih banyak agar bisa menggantikan keringat dan cairan yang keluar saat bekerja ini.

Jika orang biasa dianjurkan untuk minum enam hingga delapan gelas sehari, kebutuhan para pekerja berat lebih dari itu. “Paling tidak mereka harus minum hingga 12 gelas,” katanya. 

Kala Ramadhan, menurut Hardinsyah, 12 gelas air minum itu bisa diminum segelas demi segelas setiap jam, dari saat berbuka hingga sahur. Paling bagus, ia menyarankan, adalah minum sedikit-sedikit, tapi sering.

Pekerjaan berat tidak boleh menjadi halangan untuk berpuasa. Ia mengaskan, minum air yang banyak dan elektrolit penting bagi para pekerja berat ini. “Kalau asupannya tidak mencukupi, tubuhnya bisa lemas,” kata Hardinsyah. Saat sahur, menjelang imsak, banyak-banyaklah minum air. 

Untuk kebutuhan elektrolit, jika tidak ada minuman isotonik, bisa diperoleh dari garam yang menjadi bumbu bagi masakan. Atau, bisa juga dengan membuat teh manis kemudian diberikan sedikit garam ke dalamnya.

Selain kebutuhan air, porsi makanan lain yang sebaiknya lebih banyak dari orang biasa adalah serat. “Serat ini bisa diperoleh dari sayuran dan buah,” kata ahli gizi klinik dari Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Fiastuti Witjaksono. 

Kebutuhan serat bagi para pekerja berat dianjurkan Fiastuti agar banyak dikonsumsi oleh para pekerja berat. Buah, menurutnya, mengandung banyak manfaat yang diperlukan bagi orang yang terbiasa banyak mengeluarkan keringat.

Selain cairan, di dalamnya banyak terkandung antioksidan, vitamin A,C,E, dan mineral berupa asam folat, zinc, kandungan zat mikro yang bermanfaat bagi tubuh lainnya, serta serat. Di dalam buah, seratnya banyak, ada serat larut dan tidak larut. 

Serat larut penting untuk mencegah darah tinggi dan diabete, dan bagi pekerja berat bisa memberi waktu yang lebih lama untuk merasakan tidak cepat haus dan lama terasa kenyang. 

Buah-buahan yang banyak mengandung air dibutuhkan lebih banyak oleh para pekerja berat. Rata-rata orang Indonesia mengonsumsi buah dan sayur sebanyak 2,5 porsi. “Ini masih kurang, harusnya lebih dari lima porsi,” ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Kericuhan di Wamena

Senin , 23 Sep 2019, 20:27 WIB