Puasa Bisa Mengubah Pola Makan Menjadi Sehat

Red: M Irwan Ariefyanto

 Rabu 03 Jul 2013 08:19 WIB

Makanan sehat (ilustrasi) Foto: paulahealthyliving.com Makanan sehat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,Menjalankan ibadah puasa bisa sekaligus melatih pola makan teratur sehingga membuat tubuh tetap sehat selama bulan Ramadhan. "Mengatur pola makan selama Ramadhan secara tidak langsung akan mewujudkan kebiasaan untuk terus menerapkan pola makan teratur dalam menjaga kesehatan tubuh," ujar Pelaksana tugas (PLt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Harun Trijoko, di Pesawaran, Lampung, belum lama ini.

Ia mengatakan, dengan berpuasa kita dapat melatih diri dalam mengonsumsi makanan secara teratur sehingga lebih sehat. "Saat berbuka lebih baik disajikan makanan beragam dan mengandung lima unsur gizi lengkap, seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral," katanya.

Menurut dia, yang perlu diingat jangan mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat mengganggu kerja lambung, misalnya makanan yang asam, bersoda, bersantan, atau pedas.

Selain menjaga keseimbangan gizi, sebaiknya saat buka jangan langsung minum dingin karena di tenggorokan saluran pernapasan ada mekanisme pertahanan tersendiri. "Saat berbuka sebaiknya minum yang tidak terlalu manis dan tidak terlalu dingin. Minuman hangat lebih dianjurkan bagi yang sudah berpuasa penuh mengingat kondisi lambung cukup lama kosong," paparnya.

Dia menuturkan, kurma dan pisang dapat menjadi pilihan untuk berbuka puasa. Kedua jenis makanan itu banyak mengandung mineral dan vitamin yang sangat diperlukan tubuh.

Saat sahur sebisa mungkin diutamakan makan makanan sumber protein dan lemak selain karbohidrat, seperti daging, telur, ikan, dan kacang-kacangan. "Lemak dan protein itu akan menjadi cadangan energi yang lebih tahan lama ketimbang karbohidrat tidak berserat," jelasnya.

Dengan mengatur pola makan, ungkap dia, selama menjalankan puasa pada bulan Ramadhan dapat menjadikan tubuh tetap kuat dan semakin sehat.

Saat sahur juga diupayakan mengurangi minum teh karena menghambat penyerapan zat besi dan kalsium, juga dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil sehingga zat-zat mineral yang sebenarnya diperlukan tubuh justru dikeluarkan bersama air seni

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X