Bebas Gigi Ngilu Saat Berpuasa

Rep: Indah Wulandari/ Red: Chairul Akhmad

 Kamis 10 Jul 2014 20:01 WIB

Menjaga kesehatan gigi. Foto: Republika/Yasin Habibi Menjaga kesehatan gigi.

REPUBLIKA.CO.ID, Kurangi makanan atau minuman yang mengandung soda, cuka, atau lemon selama bulan Ramadhan.

Mengonsumsi takjil buka puasa yang serba manis dan dingin menjadi sebuah problem bagi pemilik gigi sensitif. Perawatan khusus perlu dilakukan untuk mengurangi efek rasa ngilu pada gigi.

“Bagi orang yang sudah mengalami gigi sensitif wajib mengetahui penyebab awal gigi sensitif. Pasalnya, ada dua macam penyebab yang dapat membuat gigi seorang jadi sensitive,” ujar mantan Ketua Umum PB Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Dr drg Zaura Rini Anggraini MDS.

Gigi sensitif, Rini melanjutkan, merupakan kondisi berubahnya struktur gigi yang menyebabkan bagian gigi bernama dentin terbuka. Indikasinya, yaitu rasa ngilu yang tajam dan sesaat terasa ketika terkena rangsangan makan atau minum panas, dingin, manis atau asam.

Selain disebabkan oleh hal-hal seperti menyikat gigi terlalu kuat, saat berpuasa, rongga mulut dalam keadaan kering karena tidak ada makanan yang dikunyah sehari penuh sehingga aktivitas air liur yang dikeluarkan berkurang. Hal itu menyebabkan berkurangnya fungsi air ludah dalam melindungi gigi yang sensitif sehingga rasa ngilu pun semakin terasa.

Misalnya, pada gigi sensitif akibat kerusakan karang gigi atau gigi bolong, seseorang harus diobati dahulu kerusakannya, baik dicabut atau ditambal. Kemudian, bila masalah pertama selesai, barulah masuk ke penanganan gigi sensitifnya sesuai keluhannya masing-masing.

Pemicu rasa ngilu pada gigi sensitif berbeda pada setiap orang. Namun, ada beberapa makanan dan minuman disinyalir menjadi pemicu munculnya gigi ngilu akibat permasalahan gigi sensitif. Yaitu, makanan atau minuman dingin, panas, manis ataupun asam, yang banyak terdapat pada hidangan berbuka puasa.

“Untuk perawatan, carilah pasta gigi sensitif yang mengandung HAP mineral, potasium sitrat, sodium monofluorofosfat, dan zinc citrate yang bisa mengolesi lapisan gigi dengan aman,” kata Rini menjelaskan.

Berhasil atau tidaknya penanganan gigi sensitif, Rini menyarankan, seseorang harus tetap kontrol sebulan sekali ke dokter gigi.

Hal ini dibutuhkan untuk melihat kondisi terakhir gigi apakah keluhan gigi sensitif sudah benar-benar hilang atau masih membutuhkan cara perawatan lain bila belum sembuh. “Penderita gigi sensitif juga harus menyikat gigi secara lembut dari arah gusi ke gigi, kombinasi dengan gerakan memutar,” ujar Rini.

Brand Manager Sensodyne Amanda Parikesit menyodorkan sejumlah tips mencegah rasa ngilu ketika berbuka puasa. Salah satunya dengan mengurangi makanan atau minuman mengandung soda, cuka, atau lemon selama bulan Ramadhan. Plus, makan sayur dan buah yang mengandung air sehingga dapat membantu meningkatkan produksi air liur  

“Usahakanlah menggosok gigi sehabis makan sahur dan sebelum tidur malam dengan sikat gigi berbulu lembut dan halus serta pasta gigi khusus untuk gigi sensitif dan mengurangi ngilu,” katanya.




BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X