Puasa Turunkan Kadar Kolesterol

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Chairul Akhmad

 Rabu 09 Jul 2014 15:27 WIB

Perbanyak makan sayur saat buka puasa. Foto: Republika/Prayogi Perbanyak makan sayur saat buka puasa.

REPUBLIKA.CO.ID, Hindari sumber makanan berlemak jahat, seperti makanan berminyak, santan, dan sayuran yang dikeringkan.

Tak hanya mendapat pahala berlimpah, ternyata berpuasa pada bulan Ramadhan juga sangat baik untuk kesehatan. Maka tak heran bila kebanyakan orang justru lebih bugar setelah berpuasa.

Dokter Yeni Purnamasari dari Layanan Kesehatan Cuma-cuma Dompet Dhuafa (LKC DD) menjelaskan, puasa dapat membersihkan segala kotoran dan radikal bebas dalam tubuh. Hal itu termasuk kolesterol jahat.

Kolestrol memang terbagi dua, kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). HDL dibutuhkan oleh tubuh, sedangkan LDL berbahaya bila menumpuk dalam tubuh serta bisa menimbulkan segala penyakit.

“Dengan berpuasa, proses detoksifikasi atau pembersihan akan berjalan baik,” ujar Yeni kepada Republika di Jakarta, pekan lalu.

Ia mengatakan, untuk melakukan detoksifikasi (mengeluarkan racun dan kotoran dalam tubuh), organ tubuh harus dalam keadaan istirahat. Sehingga, ketika manusia menahan lapar dan dahaga sejak subuh hingga maghrib, saat itulah proses detoksifikasi berjalan.

Meski begitu, Yeni mengingatkan agar tetap mengatur pola makan seimbang selama Ramadhan. “Kalau ketika buka atau sahur apa saja dimakan, seperti balas dendam, maka puasa jadi tak terlalu berarti bagi kesehatan tubuh. Itu sama saja,” katanya.

Menurut Yeni, satu hal yang paling penting ketika berpuasa, yaitu niat. Bila setiap Muslim berniat ikhlas untuk puasa, proses detoksifikasi akan berjalan baik. Sebaliknya, bila niat berpuasa belum sepenuh hati, proses detoksifikasi pun tak akan berjalan lancar.

Hal ini seperti yang dialami Mujiono (46 tahun). Ia mengakui hikmah puasa untuk kesehatan, terutama bagi penderita kolesterol sepertinya. Mujiono mengatakan, kolesterolnya cukup tinggi dan terus meningkat setiap diperiksa. Namun, pada bulan puasa justru menurun.

“Biasanya badan sakit dan mudah lelah karena kolestrol. Tetapi saat berpuasa, malah tidak pernah merasa sakit,” ujar pria asal Bojonegoro, Jawa Timur, ini.

Mujiono percaya, puasa memiliki banyak manfaat. Demi menjaga keseimbangan tubuhnya selama Ramadhan, ia selalu mengonsumsi buah saat sahur dan berbuka puasa. Dirinya juga mengurangi makan santan. Namun, agak susah baginya mengurangi makan daging dan nasi dalam porsi banyak.

Dokter Heri Maryanto dari PNC HealthCare menyarankan kepada penderita kolestrol tinggi untuk menghindari sumber makanan berlemak jahat, seperti makanan berminyak, santan, dan sayuran yang dikeringkan. Sebaliknya, penderita harus perbanyak konsumsi sumber makanan berlemak baik, seperti kacang kedelai, jagung, serta alpukat.




Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Berita Lainnya

Play Podcast X