Mengajak Balita Berpuasa (1)

Red: Chairul Akhmad

 Kamis 26 Jun 2014 10:44 WIB

Pengenalan puasa pada anak sebaiknya terencana dengan baik. Foto: Antara/Puspa Perwitasari Pengenalan puasa pada anak sebaiknya terencana dengan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, Bukan soal sekian lama anak kuat menahan lapar, tetapi juga seberapa mengerti ia akan makna puasa.

Puasa Ramadhan wajib hukumnya bagi kaum Muslimin yang sudah akil baliq. Kendati demikian, ada saja yang tak terpanggil untuk menegakkan rukun Islam ketiga tersebut.

Agar kelak ananda memiliki kesadaran berpuasa di Bulan Suci, ia butuh mendapatkan pengenalan dan pembiasaan sejak kecil. "Pelan-pelan saja mengenalkannya, jangan pakai paksaan," saran psikolog Elly Risman.

Sebelum mengajak anak berpuasa, ayah dan bunda perlu meluruskan niat. Hindari melakukannya demi gengsi. Jangan sampai anak menangkap kesan puasa hanyalah sebuah ritual. "Niatkan semuanya karena Allah SWT, demi mendekatkan anak pada ajaran agamanya," kata Elly mengingatkan.

Ayah dan bunda mesti bekerja sama dengan baik agar si kecil medapatkan gambaran jelas tentang puasa. Pada usia dini, otak si kecil belum tumbuh sempurna. Agama adalah hal yang abstrak baginya.

Ananda belum mampu memahami sepenuhnya tentang istilah dosa dan pahala. Oleh karena itu, pengenalan terhadap agama, termasuk puasa, perlu dilakukan dengan penanaman kebiasaan dan pemberian contoh sehari-hari.

Pengenalan puasa sebaiknya terencana dengan baik. Luangkan waktu untuk membahasnya bersama pasangan. Lalu, buatlah kesepakatan mengenai tahapannya. Sebagai penentu garis besar haluan keluarga, ayahlah yang bertugas mengajak buah hati berpuasa. "Bunda berperan sebagai pelaksana teknis," papar Elly.

Ada tiga cara yang bisa ditempuh untuk mengenalkan balita hakikat puasa. Dengan bercerita, bernyanyi, dan bermain, anak belajar makna puasa tanpa perlu meninggalkan dunia kanak-kanak.

Contohnya, ceritakan kisah nabi-nabi terkait kebiasaan berpuasa. Lalu, ciptakan lagu yang mudah dihafal si kecil. Pilih kata-kata yang sederhana dan spesifik. "Coba juga main tebak-tebakan dengan pertanyaan yang berhubungan dengan puasa," tutur Ketua Yayasan Kita dan Buah Hati ini.





sumber : Dok Rep/c28
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X