Konsumsi Argileh Warga Yordania Meningkat Selama Ramadhan

Rep: Mg14/ Red: A.Syalaby Ichsan

 Jumat 19 Jul 2013 18:12 WIB

Warga Yordania mengonsumsi Argileh Foto: jordantimes.com Warga Yordania mengonsumsi Argileh

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN -- Kementerian Kesehatan Yordania mengintensifkan kampanye anti-tembakau di bulan suci Ramadhan, terutama pada warung tenda Ramadhan.

Fatimah Khalifah, Kepala Departemen Pengendalian Tembakau Kementerian Kesehatan mengatakan, konsumsi argileh meningkat di bulan Ramadhan, terutama pada tenda dan kafe setelah berbuka puasa.

Argileh disebut ‘shisha’ oleh Warga Yordania. Alat hisap rokok gaya pipa berair ini biasanya mengandung tembakau, kulit buah, dan rempah-rempah. Gaya merokok seperti ini sudah menjadi kebiasaan warga Timur Tengah sejak berabad-abad yang lalu.  

Khalifah menjelaskan, meskipun warung tenda Ramadhan  diijinkan untuk menyajikan argileh, warung tenda ini harus sesuai dengan pedoman tertentu, seperti dilansir Jordantimes.com.

"Shisha hanya diperbolehkan di ruang terbuka dan di restoran yang berlisensi untuk melayaninya," kata Khalifah, Kamis (18/7)

Ia menambahkan, kementerian telah melarang tenda-tenda tertutup untuk melayani para pengunjung. Pemerintah juga sudah menginstruksikan, otoritas setempat, yakni Greater Amman Municipality tidak memberi lisensi tenda Ramadhan kecuali mereka berada di ruang terbuka.

"Sejak awal Ramadhan, hanya satu pelanggaran yang tercatat, Argileh disajikan pada sebuah tenda yang pemiliknya tidak memiliki ijin," ujar Khalifah.

Menurut data kementerian, sejak awal tahun 2013, terdapat 1.076 peringatan dan 40 surat pelanggaran  dikeluarkan untuk pelanggar UU Kesehatan Masyarakat yang melarang merokok di tempat umum.

Khalifah juga mencatat bahwa lima peringatan yang diberikan kepada toko-toko yang ditemukan menjual rokok elektrik selundupan.

"Jual e-rokok (rokok elektrik) tidak diperbolehkan di Yordania, dan setiap toko  yang berurusan dengan produk ini akan diperingatkan," katanya.

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2011 oleh Raja Hussein Cancer Centre menunjukkan, sekali hisap asap argileh menyebabkan penurunan pada jantung dan fungsi paru-paru.

Tingkat karbon monoksida sebelum menghisap argileh rata-rata sebesar 3,7 bagian per juta (ppm) dan naik menjadi 24.4 ppm. Penelitian yang berjudul "Efek Akut Dari Rokok Air Pipa Pada Fungsi Paru Dan Kapasitas Latihan Kardio-Paru Pada Subyek Sehat" ini, menunjukkan bahwa 12 dari 24 manusia tidak bisa menyelesaikan tes latihan kardio-paru setelah menghisap argileh.

Sementara hanya 9 manusia yang tidak mampu menyelesaikannya sebelum tes.Menurut Global Youth Tobacco Survey 2007, 14 persen dari siswa sekolah berusia antara 13 dan 15 menghisap rokok biasa, sementara 22 persen menghisap argileh.

Menurut Departemen Kesehatan, merokok satu argileh setara dengan merokok 15 sampai 19 batang rokok, yang meningkatkan risiko terkena penyakit seperti kanker paru-paru.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X