Mendidik Anak Puasa di Amerika

Rep: Nora Azizah/ Red: A.Syalaby Ichsan

 Rabu 03 Jul 2013 08:00 WIB

Anak Berpuasa Foto: Republika/Yogi Ardhi Anak Berpuasa

REPUBLIKA.CO.ID,Berdomisili di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Mila Dhamayanti menghadapi tantangan ganda dalam mendidik ketiga putranya berpuasa.

Saat musim panas, Muslim setempat menjalankan puasa kurang lebih selama 16 jam. “Anak-anak yang masih bersekolah pastinya mengalami banyak godaan,” kata Mila.

Berpuasa saat musim panas,  Fiky Auwandha (17), Naufaldi Hilmi (15), dan Dave Angelo Siswanto (9) harus menahan godaan berat di sekolahnya.

Sekitar pukul sembilan pagi, siswa boleh mengambil kudapan, susu, atau jus di kafetaria sekolah. Pukul dua siang, mereka berhadapan dengan jam makan siang. “Anak-anak cukup sabar menerima godaan tersebut,” jelas perempuan berdarah Sunda ini. 

Mila dan suami sangat memberikan dukungan ekstra agar buah hati mereka tetap bersemangat melaksanakan ibadah shaum. Sejak usia lima tahun, ketiga anaknya sudah diajarkan mengenai ibadah puasa.

Awalnya, mereka hanya mampu dalam hitungan jam, kemudian hingga siang hari, dan pada akhirnya sanggup puasa penuh sesuai jam buka puasa.

“Saya dan suami menguatkan mental anak-anak dengan menjelaskan betapa spesialnya Ramadhan, tak sama dengan bulan lain yang membebaskan Muslim untuk makan dan minum semaunya.”

Anak-anak Mila sempat menolak berpuasa. Tumbuh di lingkungan tetangga non-Muslim, Fiky, Naufal, dan Dave sulit meredam selera makan ketika melihat teman-temannya menyantap penganan yang menerbitkan air liur. Mereka juga sering susah buka mata untuk sahur. “Pelan-pelan, mereka makin menghayati makna puasa.”

Saat masih kecil, Fiky, Naufal, dan Dave selalu ingin berbuka puasa di mal setiap hari. Mila menuruti kemauan mereka sebagai penghargaan atas jerih payah anaknya menahan lapar dan haus di sekolah yang mayoritas siswanya non-Muslim. “Berbuka bersama juga menambah keakraban kami.”

Banyak hal dan trik yang bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan anak berpuasa. Mila selalu menanamkan poin penting kepada anak-anaknya, yakni puasa adalah mengharapkan kasih sayang Allah SWT.

Puasa bukanlah cara untuk mendapatkan hadiah atau imbalan materi. Mereka memahami puasa merupakan bentuk rasa syukur atas segala nikmat, merasakan apa yang dirasakan kaum papa, dan mengharapkan ridha Allah SWT. “Sebagai orang tua, harus pandai memberikan semangat,” kata Mila.

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X