Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

 

Titik Balik Hijrah Yuki Pas Band

Ahad 12 Mei 2019 18:01 WIB

Rep: Umi Soliha/ Red: Indira Rezkisari

 Yukie vokalis Pas Band menyampaikan pengalamannya dalam berhijrah pada acara Dadakan Shift Pemuda Hijrah bekerjasama dengan pemuda Karang Taruna dan Mobile Masjid dari Masjid Nusantara, di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Selasa (10/10) malam.

Yukie vokalis Pas Band menyampaikan pengalamannya dalam berhijrah pada acara Dadakan Shift Pemuda Hijrah bekerjasama dengan pemuda Karang Taruna dan Mobile Masjid dari Masjid Nusantara, di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Selasa (10/10) malam.

Foto: Republika/Edi Yusuf
Yuki Pas Band kini menyisakan kehidupan duniawi di urusan keempat dan seterusnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penyanyi Yuki Arifin Martawidjaja atau yang lebih dikenal dengan Yuki Pas Band mengungkapkan ia benar–benar jatuh cinta kepada Allah dan agama Islam saat ia mengikuti tiga harian Jamaah Tabligh. Kini ia pun berusaha totalitas dalam berhijrah, 80 persen dari kehidupannya ia habiskan untuk agama.

“Saya masuk tiga harian dalam masjid lalu saya jatuh cinta kemudiam berniat dalam hati menyisakan sisa hidup saya untuk agama bukan urusan yang lain. Urusan yang lain tetap tapi nomor 4-10, pertama keduanya hanya Allah dan Rasullulah,” ujarnya saat  ditemui usai acara peluncuran album musik religi PPPA Daarul Quran ‘Indonesia Menghafal Al Quran’ di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/5).

Ia menjelaskan, Pas Band masih manggung namun dirinya hanya ikut bergabung sebanyak dua panggung dalam satu bulan. Sisanya ia pergunakan untuk memperdalam agama.

“Satu kali manggung biasanya dua hari jadi saya punya waktu hanya empat hari dengan Pas Band sisanya 26 hari untuk agama,” ujarnya.

Yuki mengatakan, sudah mulai belajar agama sejak tahun 2008. Ia merasa apa yang ia kerjakan dan dapat pada saat itu tidak memberikannya ketenangan jiwa.

“Cari dunia, cari tabungan, cari ketenaran tapi kayaknya bukan ini yang saya cari. Kayaknya saya sudah salah. Jika batin sudah terganggu kayaknya ada yang salah dengan yang saya kerjakan selama ini. Tapi semakin pecah itu setelah saya kecelakaan, baru semua berubah,” ujarnya.

Memang manusia ini harus dipaksa, kata dia, agar kembali ke jalan-Nya. Faktanya kebanyakan manusia terlalu sombong  hanya berpikir jika semua masalah bisa diselesaikan dengan otaknya, ingin bikin solusi seindiri, imbuhnya. Sehingga, mereka lupa satu– satunya Dzat yaag bisa memberikan solusi adalah Allah SWT.

“Allah lah yang Maha memberikan pengajaran, Maha membocorkan rahasia, pemberi petunjuk keselamatan. Keselamatan dan hidayah ini tidak bisa kita dapatkan karena kita terlalu bebal. Manusia ini memang kadang –kadang harus disentil. Saya sudah di luar trek ketetapan Allah yang sudah menciptakan kita. Tapi banyak yang tidak perlu disentil masuk ke trek dengan mudah, kebetulan saya yang harus disentil,” lanjutnya.

Ia mengaku kebaikan Allah SWT yang mmebuat dirinya saat ini hanya bergantung kepada-Nya dan ia akan berusaha istiqomah di jalan yang sudah tetapkan agar Allah selalau memberikan pertolongan kepadanya. “Kalau kita merasa kotor, yang Maha Suci akan memperlihatkan kesuciannya. Kalau kita sudah merasa, sudah tidak berdaya maka yang Maha agung ini akan memperlihatkan keagungan-Nya. Ini yg membuat saya jadi kecanduan sekaligus ketakutan, kecanduan akan pertolongan Allah. Menjadi kecanduan terhadap petunjuk-petunjuk-Nya, menjadi kecanduan akan fasilitas–fasilitas yang Allah berikan dalam kehidupan saya dan ketakutan kalau Allah tidak lagi memberikan yang saya butuhkan dalam kehidupan ini,” kata Yuki.

Yuki mengaku, keluarga sangat mendukung proses hijrahnya saat ini. Bahkan, kata dia, anak lelakinya yang  kuliah tingkat dua, memutuskan untuk berhenti kuliah dan ingin masuk pesantren. Padahal ia tidak pernah mengajarkan jika pesantren lebih bagus dan lebih benar.

“Saya memberikan kesempatan dia buat berpikir, untuk mencerna apa yang ada dalam kehidupannya sendiri. Tapi tiba–tiba dia ingin berhenti kuliah, saya ingin ke pesantren, saya ingin belajar hadis, Al Quran, saya ingin tahu semua tentang agama ini. Agar ketika dajal datang saya bisa selamat,” katanya.

Baginya melihat keinginan anaknya untuk mempelajari agama merupakan karunia yang sangat luar biasa di dalam hidupnya. Menurutnya, Allah lah yang mengirimkan keinginan tersebut kepada putranya. Dan ia semakin yakin jika menyerahkan segalanya kepada Allah SWT maka Allah akan uruskan segala–galanya.

Ia juga mengaku sudah mulai mengajak sebagian personil Pas Band yang lain untuk ikut berhijrah namun dengan perlahan. Akhir–akhir ini ia mengajak krunya untuk ikut shalat berjamaah denganya. Ia juga berharap agar semua personil bandnya mendapatkan curah hidayah sebanyak–banyaknya dan bisa ikut menjadi penolong Agama Allah SWT.


Baca Juga

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES