Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Dengo-dengo Membangunkan Sahur

Kamis 19 Aug 2010 22:59 WIB

Rep: Antara/ Red: Budi Raharjo

REPUBLIKA.CO.ID,POSO--Masyarakat Kota Bungku, Ibu Kota Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, memiliki tradisi yang mereka sebut dengo-dengo yang berfungsi membangunkan umat Islam yang akan melaksanakan ibadah puasa untuk melaksanakan Sahur dan salat subuh.

Dengo-dengo merupakan sebuah bangunan yang menjulang setinggi hampir 15 meter, terbuat dari batang bambu sebagai tiang penyangga menggunakan lantai papan dengan ukuran 3x3 meter persegi dan beratap daun sagu, didirikan dengan cara gotong royong oleh waga menjelang 1 Ramadhan.

Bambang (42), warga Kelurahan Marsaoleh, Bungku Tengah, saat dihubungi dari Poso, Kamis (19/8), mengemukakan, bangunan itu dilengkapi dengan sebuah gong, gendang, dan rebana serta ditunggui sekitar delapan orang warga. Hampir setiap rukun tetangga (RT) memiliki sebuah dengo-dengo.

''Pada saat menjelang waktu Sahur, para penjaga dengo-dengo itu menabuh gong dan gendang serta rebana sehingga warga akan terbangun dari tidurnya untuk melaksanakan Sahur,'' jelasnya. ''Setiap malam, dengo-dengo sesekali dibanjiri warga usai Salat Tarawih.''

Menurut dia, dengo-dengo sudah hadir di Bungku sejak awal masuknya Islam sekitar abad ke-17 untuk menyerukan kepada warga agar bangun saat sahur dinihari. Pembangunan dengo-dengo yang dalam bahasa Indonesia berarti tempat beristirahat ini diperkirakan menelan biaya sekitar lima ratus ribu rupiah untuk setiap bangunannya. ''Kita membangun ini dengan suka rela untuk mempertahankan tradisi di sini,'' kata Ahyar salah seorang warga lainya yang mengatakan mereka mengambil sendiri bahan baku untuk membangunnya.

Pada petang hari, dengo-dengo berfungsi sebagai tempat beristirahat menanti waktu berbuka puasa. Itu sebabnya, dengo-dengo ini selalu ramai dengan kunjungan warga. Sementara untuk membangunkan warga yang akan melaksakan ibadah puasa pada dini hari, sejumlah warga, umumnya para pemuda mulai berkumpul di dengo-dengo sekitar pukul 01.30 waktu setempat. Hampir setiap sudut jalan berdiri bangunan tinggi yang akan di bongkar usai Ramadhan ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA