Melatih Kesabaran Selama Berpuasa

Rep: C33/ Red: Winda Destiana Putri

 Ahad 05 Jul 2015 09:16 WIB

Sabar (ilustrasi). Foto: Wordpress.com Sabar (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puasa menuntut umat Muslim agar menahan amarahnya atau dalam kata lain melatih kesabaran. Amarah yang biasanya sulit dikontrol dalam diri manusia berusaha dilatih untuk diredam melalui puasa.

Puasa (shaum) dalam agama Islam berarti menahan diri dari makan dan minum serta semua yang bisa membatalkan puasa, salah satunya amarah. Sudah banyak ahli membuktikan bahwa puasa yang juga merupakan aktivitas ibadah dalam beragama sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik fisik maupun psikis.

Psikolog Ratih Zulahaqqi, M.Psi sependapat kalau puasa mampu melatih kesabaran pribadi manusia. "Konsep puasa itu bisa dikatakan sebagai regulasi diri agar tahan emosi," katanya kepada Republika. Secara khusus, puasa memiliki kandungan pelatihan kesabaran supaya tidak terjebak dalam dosa.

Apalagi puasa memiliki aturan tertentu yang berhubungan dengan kesabaran manusia. Contohnya seperti membicarakan keburukan orang lain dan tidak mampu meredam amarah bisa membuat pahala puasa berkurang. Tentunya akan sangat merugikan jika berpuasa namun gagal mendapatkan pahalnya. Sehingga banyaknya aturan dalam puasa tersebut seharusnya membuat umat Muslim bisa berlatih meningkatkan kesabarannya.

Selain itu, secara spesifik bentuk pelatihan kesabaran serta ketabahan ada ketika menahan berbagai godaan berpuasa. Seperti sabar menunggu saatnya makan dan minum, sabar menghadapi godaan dan rintangan, misalnya macetnya lalu-lintas di jalan, tabah dalam merasakan haus dan lapar, dan lainnya.

Alhasil, segala cobaan tersebut merupakan rintangan bagi umat Islam jika ingin meraih kesempurnaan puasa. Mampukah Anda meraihya? Tentu semua tergantung Anda apakah ingin puasa hanya sekedar lapar dan nafsu? atau meraih kesempurnaan ibadah dengan sabar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X