Hikmah Mengeluarkan Zakat Fitrah

Rep: Erik Purnama Putra/ Red: Mansyur Faqih

 Selasa 06 Aug 2013 17:38 WIB

Zakat Fitrah (ilustrasi). Foto: Blogspot.com Zakat Fitrah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu Rukun Islam yang wajib diamalkan kaum Muslim adalah mengeluarkan zakat fitrah. Ustadz Arifin Ilham menerangkan, setidaknya terdapat beberapa hikmah yang dapat dipetik ketika seseorang menunaikan zakat fitrah.

Menurut Arifin, membayar zakat sama saja menunjukkan bukti ketaatan kepada Allah. Apalagi sebagai pengikut Nabi Muhammad, setiap umat harus mengeluarkan zakat pada akhir Ramadhan sebesar satu shaa atau 2,752 liter beras. "Dirupiahkan juga boleh," kata Arifin, Selasa (6/8).

Alumnus Ponpes Darunnajah, Ulujami, Jakarta Selatan itu mengingatkan, setiap orang yang kelebihan rezeki, baik laki-laki, perempuan, dan dewasa hendaknya menyisihkan dananya untuk zakat. Hal itu untuk menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.

Zakat fitrah, kata dia, juga sebagai bagian penyempurnaan ibadah puasa. Selama Ramadhan, ada saja kelemahan dan kesalahan saat puasa tanpa sengaja. Dengan menunaikan zakat maka seseorang bisa memperbaiki kesalahan itu. 

Pesan lainnya, sambung Arifin, semangat zakat adalah menggembirakan fakir miskin agar bisa ikut Lebaran dengan suka cita. Karena dengan berbagi, orang yang tidak mampu tak perlu terbebani karena mendapat bantuan zakat. "Semoga Allah menerima zakat fitrah kita dan menerima ibadah puasa kita," harapnya. 

Berita Lainnya

Play Podcast X