Monday, 21 Syawwal 1440 / 24 June 2019

Monday, 21 Syawwal 1440 / 24 June 2019

 

Manjakan Lidah dengan Lezatnya Nasi Mandhi yang Kaya Rempah

Rabu 15 May 2019 17:14 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Christiyaningsih

Nasi mandhi ala Street Food Bung Karno di Kota Mataram, NTB.

Nasi mandhi ala Street Food Bung Karno di Kota Mataram, NTB.

Foto: Republika/M. Nursyamsi
Salah satu tempat membeli nasi mandhi di Mataram adalah Street Food Bung Karno

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Irama musik gambus, lagu religi, hingga lagu Jazirah Arab kontemporer mengiringi suasana malam di Street Food Bung Karno yang berada di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemilik Street Food Bung Karno, Nora Aziz, mengaku ingin menghadirkan suasana ala Timur Tengah selama Ramadhan, meski hanya berupa alunan musik. Tak sekadar lagu-lagu Islami, Nora juga menyajikan sajian hidangan istimewa selama Ramadhan berupa nasi mandhi.

Baca Juga

Nasi beraroma rempah dan bercita rasa eksotis dengan potongan daging ayam atau daging kambing yang empuk menjadi pilihan menarik kala berbuka. Nora menyampaikan belum banyak restoran atau kafe yang menyajikan nasi mandhi di Lombok. Kalaupun ada, harganya masih dianggap relatif mahal bagi masyarakat pada umumnya.

Di Street Food Bung Karno, satu porsi nasi mandhi daging kambing dibanderol dengan harga Rp 55 ribu. Sedangkan untuk menu nasi mandhi daging ayam dijual seharga Rp 45 ribu.

Nasi mandhi memiliki cita rasa yang amat gurih hasil perpaduan bumbu rempah. Dalam membuat nasi mandhi dibutuhkan bawang bombay dan bawang putih yang ditumis. Bumbu tersebut kemudian dicampur dengan bumbu kering seperti merica hitam, jintan, kunyit, hingga jeruk sambal dan ditumis kembali. Setelah itu, dimasukkan potongan daging kambing atau ayam.

Lamanya memasak sekitar satu jam untuk daging kambing dan 20 menit untuk daging ayam hingga benar-benar empuk. "Daging enaknya dipanggang dulu. Yang paling beda itu ya berasnya khusus, beda dengan nasi kebuli yang pakai beras biasa," kata Nora.

Beras yang dimaksud ialah beras basmati. Nora mengaku mengimpor beras jenis ini agar menghasilkan cita rasa yang benar-benar sama dengan nasi mandhi di tanah Timur Tengah. Menurut Nora, beras basmati yang memiliki bentuk panjang akan mengembang begitu dimasak. Selain itu, beras basmati juga baik untuk diet lantaran kadar gulanya rendah.

"Sebelum kita masak berasnya direndam dulu 30 menit. Cara masaknya lain, kalau orang sini masak diaron dulu lalu ke dandang. Kalau nasi mandhi, berasnya langsung dicampur," ucap Nora.

Sebagai pelengkap, nasi mandhi disajikan dengan acar yang terdiri atas potongan timun, buah nanas, bawang merah, serta bawang putih. "Banyak yang belum familiar, tapi begitu mencoba beberapa pengunjung mengaku ketagihan," ungkap Nora.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA