Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

 

Aneka Kolak Tersaji di Bazar Benhil

Ahad 12 Mei 2019 15:35 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Indira Rezkisari

Warga membeli makanan untuk berbuka puasa di Pasar Takjil Benhil, Jakarta, Senin (6/5).

Warga membeli makanan untuk berbuka puasa di Pasar Takjil Benhil, Jakarta, Senin (6/5).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pedagang kolak menjual mulai dari kolak pisang hingga pacar cina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kolak merupakan salah satu makanan yang diminati saat Ramadhan tiba. Sebagian umat Islam merasa belum afdhol jika tidak menikmati kolak saat berbuka.

Di Jakarta, lokasi yang tepat untuk berburu kolak berada di bazar pasar Bendungan Hilir atau Benhil. Berbagai macam kolak bisa dipilih saat mencari takjil di sana.

Salah satu penjual kolak, Yuni Fitrianti (23) mengatakan menyajikan berbagai macam kolak untuk memenuhi keinginan pembeli. "Di sini ada kolak pisang, labu, ubi, kolang-kaling, pacar cina dan biji salak," katanya.

Wanita yang kesehariannya berjualan di Pasar Senen, Jalan Kramat, Jakarta Pusat itu mengaku merasa beruntung mendapat tempat untuk berjualan di Benhil. Menurutnya, Benhil menjadi area yang stategis karena dikelilingi dengan gedung perkantoran.

Dengan mematok harga sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu, dagangannya terus dibanjiri para pembeli. Yuni mengatakan sejak berjualan di Benhil setiap Ramadhan dia memperoleh rezeki yang cukup tinggi.

Yuni cukup puas dengan berjualan di Benhil. Wanita kelahiran Padang, Sumatra Barat itu mengaku per harinya dapat mengantongi hingga Rp 2 juta dalam sekali dagang mulai pukul 12.00-18.00 WIB.

Yuni berharap pemerintah turut memperhatikan pedagang kecil agar memberikan fasilitas berupa lahan yang lebih besar. Dia meminta lahan parkir untuk para pembeli diperhatikan oleh pemerintah agar tidak terjadi kemacetan di sepanjang Benhil.

"Meminta pemerintah agar menyediakan lahan untuk parkir, tempat kita berjualan juga diperluas lagi," katanya.

Dengan meja berukuran 1x1 meter dia mengaku kesulitan untuk melayani pembeli. Menurutnya ukuran itu terlalu sempit untuk menjual sekitar enam jenis kolak.

"Tempatnya masih terlalu kecil. Kadang kalau pembeli ramai, kita kesulitan untuk melayani mereka," jelasnya.

Baca Juga

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES