Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

 

Sala Lauak, Kudapan Pariaman yang Jadi Takjil di Pekanbaru

Senin 20 May 2019 06:46 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Sala Lauak, camilan khas Pariaman

Sala Lauak, camilan khas Pariaman

Sala lauak yang aslinya dari Sumbar laris dibeli warga Pekanbaru selama Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Sejak awal bulan puasa, Redi (20) nyaris setiap hari membeli minimal 10 biji sala lauak. Makanan khas Pariaman, Sumatra Barat itu dijajakan di sepanjang Jalan Nenas, Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, Riau yang menjadi sentra kuliner Ramadhan.

Redi mengatakan, sala lauak selalu ada di meja makan keluarganya setiap bulan puasa. Menurutnya, camilan dengan harga satuan Rp 500 itu enak dimakan sebagai takjil.

Sala lauak terbuat dari tepung beras yang dibentuk menjadi bola-bola kecil. Redi berpendapat, sala lauak praktis untuk penganan berbuka puasa

"Ini makin nikmat bila sambil minum teh hangat atau es teh," kata Redi.

Sala lauak nikmat dimakan begitu saja. Dicocol dengan sambal, rasanya akan lebih legit lagi bagi penikmat pedas.

Menurut Reza (38), penjual sala lauak di Jalan Utama Kota Pekanbaru, setiap hari sebanyak 8.000 butir makanan itu terjual laris manis. Saat menjelang berbuka, pembeli tampak mengantre di tempat dagangannya, "Sala Lauak Incim".

"Alhamdulillah, dari 8.000 butir lebih penjualan sala lauak setiap hari pendapatan bisa mencapai empat juta rupiah lebih," ungkap Reza yang dibantu empat karyawan untuk membantu melayani pembeli dan menggoreng sala lauak.

Menurut Reza, sala lauak menjadi favorit di Kota Pekanbaru dan sekitarnya karena harganya terjangkau. Di samping itu, makan sala lauak bisa mengenyangkan perut jika makan dua hingga lima buah karena terbuat dari tepung beras dan ikan.

"Makanan khas masyarakat Pariaman ini diproduksi Pekanbaru oleh orang perantauan asal Sumatra barat. Ternyata cukup laris. Selain enak juga mengenyangkan," katanya.

Sala Lauak Incim, menurut Reza, sudah dibawa pelangganya ke luar kota hingga ke luar negeri, seperti Makkah (Arab Saudi) dan Malaysia. Ia menjelaskan, selain gampang dibawa sala lauak juga tak mudah basi.

Reza pun menjual adonan sala Lauak mentah. Ia menerima pesanan untuk dikirim ke luar provinsi.

"Untuk adonan mentah bisa dibuat tergantung seberapa banyak pesanan, bisa ditaruh di dalam kulkas dan bisa digoreng kapan saja," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES