Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

 

Mi Glosor Laris Manis untuk Berbuka

Kamis 24 Mei 2018 04:03 WIB

Red: Ani Nursalikah

Mie Glosor menjadi makanan favorit di Bogor jelang buka puasa.

Mie Glosor menjadi makanan favorit di Bogor jelang buka puasa.

Glosor itu seperti perosotan, tinggal ditelan, tidak perlu dikunyah.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Mi glosor menjadi salah satu menu favorit yang paling banyak dicari masyarakat Kota Bogor, Jawa Barat untuk berbuka. Warga Komplek PGRI Kota Bogor, Hilda (70 tahun), mengatakan mi glosor menu wajib yang harus disajikan saat berbuka puasa di rumahnya.

Selama 15 tahun tinggal di Kota Bogor, Hilda dan anak-anaknya sudah terbiasa mengonsumsi mie glosor setiap Ramadhan. "Makan mi glosor saat berbuka lebih mengenyangkan. Saya baru makan nasi setelah tarawih," katanya, Rabu (23/5).

Pada hari pertama Ramadhan, ia membeli tiga kilogram mi glosor sebagai menu spesial berbuka. Total ada delapan orang di rumahnya, semuanya menyukai mi glosor.

"Mi glosor jadi hidangan khusus Ramadhan," kata ibu asal Minang ini.

Penjualan mi glosor tidak hanya selama Ramadhan. Hampir setiap hari, mi yang terbuat dari sagu itu tersedia di pasaran. Tetapi, penjualan mi meningkat selama bulan puasa.

photo

Mi Glosor. Ilustrasi

Emi dan Nanang Sonari, pasangan suami istri yang sudah 20 tahun menjual mi glosor di Pasar Anyar mengaku, selama Ramadhan bisa menjual 30 ton mie glosor. Mi tersebut ia beli dari produsen di wilayah Sukabumi. Setiap hari ia menjual 500 Kg sampai satu ton mie glosor.

"Selama Ramadhan permintaan lebih banyak dari hari biasa, tahun lalu bisa habis 30 ton," kata Nanang.

Nanang mengatakan, tahun ini produsen tidak mampu memenuhi permintaan penjual karena keterbatasan bahan baku dan produksi. Penjual hanya mendapat jatah 20 ton untuk bulan ini.

Menurutnya, banyaknya permintaan mi glosor membuat pasokan ke penjual berkurang. Produsen menyuplai ke sejumlah penjual lainnya yang juga banyak bermunculan.

Setiap hari Emi dan Nanang berjualan dari pukul 03.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Tapi di Ramadhan, mereka menjual dari pukul 06.00 WIB sampai siang.

Harga mi glosor per kilogram cukup murah, yakni Rp 6.000. Jika satu hari Emi mampu menjual 500 Kg mi, maka dalam sehari ia bisa mengantongi uang Rp 3 juta.

Menurut Nanang, sejak ia pindah ke Bogor pada 1991, mi glosor sudah ada. Mi tersebut sangat dikenal sebagai makanan legendaris. Mi ini memiliki warna khas kuning terang yang berasal dari kunyit.

"Banyak yang suka mi glosor karena makanan legendaris. Mi jadul yang selalu diminati," katanya.

photo

mie glosor

Mi glosor terbuat dari sagu aren, biasa diolah menjadi mi goreng dengan racikan bumbu sederhana dan ditambah sayur. Glosor berasal dari kata kerja mi tersebut saat dikonsumsi, yakni cukup diseruput atau tidak perlu dikunyah.

"Glosor itu seperti perosotan, tinggal ditelan, tidak perlu dikunyah, makanya namanya mi glosor," kata Nanang.

Selain dibuat mi goreng, mi glosor juga bisa diolah menjadi kue sagu, atau pempek makanan khas Palembang. "Mi glosor bisa dibuat apa saja, asal kreatif saja karena mi terbuat dari sagu aren berkualitas," kata Nanang.

Mi glosor tidak hanya ditemukan dalam kondisi mentah dijual di pasaran, tetapi di setiap pasar takjil Ramadhan banyak pedagang yang menjual mi glosor siap makan, seperti di pasar takjil di Jl Indraprasta, Kota Bogor.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES