Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

 

Sensasi Sahur dengan Nasi Megono di Pekalongan

Ahad 21 Jul 2013 20:24 WIB

Red: M Irwan Ariefyanto

Nasi Megono

Nasi Megono

Foto: diahdidi.com

REPUBLIKA.CO.ID,Oleh:  Arif Satria (Dekan Ekologi Manusia IPB)

Follow : @arif_satria

Pekalongan tidaklah semata kota batik. Tapi ia juga kota kuliner. Bila jalan-jalan ke Pekalongan, sempatkan menikmati aneka kuliner khas Pekalongan. Yang paling khas adalah sego megono. Sego adalah nasi. Sego megono setara dengan nasi uduk di Jakarta, bubur ayam di Bogor, nasi gudeg di Yogya, sego gudang di Klaten atau jenang di Solo. Ini semua adalah makanan khas sarapan pagi. Megono dibuat dari nangka mentah yang dikukus dan dicampur dengan kelapa parut, cabe merah, bawang putih, dan daun salam.

Orang Pekalongan makan sego megono setiap pagi. Biasanya dibungkus dengan daun pisang, dan ditambah lauk krupuk atau gorengan tempe. Lebih sensasional bila makannya menggunakan tangan tanpa sendok. Dua minggu lalu harga nya masih 1500 rupiah per bungkus.

Namun sego megono juga juga dikonsumsi untuk makan siang dan makan malam. Biasanya megono adalah pelengkap dari menu yang ada. Yang paling top adalah makan sego megono plus garang asem (semacam rawon), cumi hitam, atau kotot (daging dan kikil). Lebih nikmat lagi ditambah acar kuning dan ikan asin Bila Anda berada di Alun-Alun Pekalongan maka Anda bisa menemukan aneka warung makan yang menyediakan megono. Sebut saja, warung Masduki, warung Pak Jo, dan mbak Mus. Di dekat lapangan Sorogenen ada Pak Bon, warung yang paling menyejarah.

Minggu lalu saya ke Pekalongan dan saat buka bersama dijamu oleh Wali Kota dr Basyir dengan megono tengiri. Ini modifikasi yang menarik karena mencampur irisan lembut tengiri dengan megono, sehingga megono lebih bergizi. Nah, saat sahur, Ibu saya – pemilik Batik Mufti- menghidangkan sego megono garang asem ditambah dengan oseng-oseng tengiri. Dahsyat sekali rasanya, apalagi dengan minuman teh tubruk.

Saat sahur pun, banyak warung makan yang buka dan menyediakan aneka megono. Warung lesehan di pinggir jalan sangat banyak. Menikmati megono saat sahur benar-benar sensasional. Apalagi bila ditambah lembarang tempe, acar kuning dan ikan asin.

Bila mudik lebaran Anda melewati jalur Pekalongan, mampirlah sejenak dan nikmati sensasi sego megono sehingga perjalanan Anda makin sempurna.

21 Juli 2013

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA