Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

 

Pesantren Ramadhan Lapas Tulungagung Diminati Warga Binaan

Jumat 10 May 2019 23:38 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Penjara/ilustrasi

Penjara/ilustrasi

Foto: pixabay
Para warga binaan mengikuti beragam kegiatan di Pesantren Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, TULUNGAGUNG— Ratusan warga binaan yang beragama Islam mengikuti kegiatan pesantren Ramadhan yang digelar di masjid LP setempat selama bulan puasa. Mereka terdiri dari narapidana dan tahanan, di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Tulungagung, Jawa Timur.  

Kasi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) LP Klas IIB Tulungagung, Dedi Nugroho, Jumat (10/5), mengatakan ada tiga sesi kegiatan dalam Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan di tempat tersebut, yakni pengajian umum, tadarus Alquran serta shalat tarawih berjamaah.

Baca Juga

"Kegiatan pesantren Ramadhan ini, khusus untuk pengajian umum, digelar bergilir antarblok tahanan, sebagai bentuk pembinaan spiritual warga binaan di sini," kata Dedi Nugroho.

Acara pengajian umum dimulai pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB dengan mendatangkan penceramah (dai) dari Kemenag, PCNU, IAIN. dan STAI Diponegoro. "Untuk imam tarawih dan penceramah yang mengisi pengajian kami mendatangkan dari luar," katanya.

Khusus untuk shalat tarawih, lanjut Dedi, semua warga binaan beragama Islam diwajibkan ikut rutin setiap hari selama bulan Ramadhan. Sedangkan untuk pengajian dijadwalkan digelar pada Senin sampai Sabtu.

"Kalau hari biasa pengajian hanya digelar pada Senin, Selasa dan Rabu. Sekarang (selama Ramadhan) kami selenggarakan setiap hari, Senin-Sabtu," paparnya.

Dalam pelaksanaannya, para warga binaan tidak hanya memanfaatkan momentum pengajian untuk mendengarkan tausiyah semata.

Namun juga memanfaatkan waktu yang ada untuk shalat Dhuha dan mengaji Alquran, secara mandiri maupun saat digelarnya kegiatan tadarusan Alquran yang pesertanya telah ditunjuk berdasar kemahiran mereka dalam membaca bacaan Alquran secara baik dan benar.

"Warga binaan yang tidak ditunjuk pun boleh bergabung ikut tadarusan dengan membaca Alquran secara bergilir. Sebab saat menunjuk kami juga tidak tahu apakah yang lain kemampuan baca Alqurannya sejauh mana," katanya.

 

 

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA