H-1 Lebaran, Harga Jengkol Tembus Rp 80 Ribu per Kilogram

Rep: Febryan A/ Red: Endro Yuwanto

 Selasa 04 Jun 2019 18:20 WIB

Jengkol. Foto: dok Republika Jengkol.

Kenaikan harga jengkol diprediksi terus bertahan hingga satu pekan setelah Lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID,  BEKASI -- Sehari jelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, harga sejumlah komoditi terus melonjak di Pasar Raya Bekasi, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (4/6). Salah satunya adalah harga jengkol yang meroket hingga Rp 80 ribu per kilogram.

"Naik hampir dua kali lipat dari harga normal Rp 45 ribu per kilogram," kata Wawan pedagang jengkol di Pasar Baru Bekasi, Selasa (4/6).

Kenaikan harga yang cukup tinggi ini, menurut Wawan, disebabkan terlambatnya pengiriman. Karena pasokan jengkol untuk lapaknya tidak dikirim empat kali dalam sepekan tapi hanya sekali saja.

"Kalau stok mungkin tidak kurang, tapi masalah pengiriman saja sepertinya. Kan ini dikirim dari Bengkulu jadi mungkin karena arus mudik juga ya," jelas dia.

Kenaikan harga jengkol ini diprediksi akan terus bertahan hingga satu pekan selepas Lebaran. Tidak menutup kemungkinan, kata Wawan, pada hari Lebaran besok, harga jengkol bisa naik kembali.

"Bisa aja besok naik lagi harganya, tapi biasanya emang Rp 80 ribu per kilogram tahun lalu juga segini, kecuali kalau stok langka itu bisa Rp 100 ribu per kilogram," ujarnya.

Selain itu, kata Wawan, permintaan jengkol juga semakin tinggi ketika mendekati Hari Raya Idul Fitri karena akan disajikan saat Lebaran nanti. "Kalau awal puasa emang biasa aja, tapi pas H-2 sampai sekarang ini makin banyak yang beli," jelas dia.

Seorang pembeli di Pasar Baru Bekasi, Latifah (40 tahun) mengatakan, hampir setiap tahun dia menyajikan jengkol sebagai hidangan hari raya. Mendapati harga jengkol yang cukup tinggi, ia mengaku sangat kecewa dan terpaksa mengurangi jumlah jenis belanjaannya.

"Saya hanya beli setengah kilo aja sekarang. Harganya sudah mahal sekali," kata dia.

Begitu pun pembeli lainnya, Sartini (45) yang mengaku mengurangi jumlah jengkol yang ia beli. "Ya terpaksa dikurangin karena harga naik gini, kan," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X