Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

 

Masjid Raya Makassar Targetkan 5.000 Muzaki Zakat Fitrah

Jumat 31 Mei 2019 13:22 WIB

Red: Nashih Nashrullah

ilustrasi zakat fitrah

ilustrasi zakat fitrah

Foto: republika/mgrol101
Warga berbagai daerah salurkan zakat di Masjid Raya Makassar

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR— Panitia Amaliyah Ramadhan Masjid Raya Makassar menargetkan 5.000 muzaki menyalurkan zakat fitrahnya ke Masjid Raya Makassar selama Ramadhan 1440 Hijriyah.

Baca Juga

"Sejak Ahad kami sudah mulai buka pos zakat fitrah. Kita siapkan 50 blok kupon, yang mana setiap bloknya ada 100 orang, jadi jika 50 blok ini habis maka jumlah muzaki yang menyalurkan zakatnya 5.000 orang," ungkap panitia penerima zakat fitrah Masjid Raya Makassar, Muh Syahrir di Makassar, Jumat (31/5).

Syahrir menyebutkan, tahun lalu pihaknya hanya berhasil mengumpulkan zakat fitrah kurang dari 50 blok, sehingga ditargetkan tahun ini bisa melebihi tahun sebelumnya.

Selain beras, zakat fitrah juga bisa disalurkan dalam bentuk uang yang timbangannya setara empat liter beras untuk setiap orang. Besaran uang ini pun berbeda-beda, sesuai dengan jenis beras yang dikonsumsi masing-masing setiap harinya.

Berdasarkan aturan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Selatan kepada para unit pengumpul zakat (UPZ) di setiap masjid, ada tiga jenis harga zakat fitrah dalam bentuk u ang, yakni jenis I seharga Rp 27 ribu, jenis II Rp 30 ribu

dan jenis III Rp 33 ribu.

"Bahkan kita telah memesan beberapa ton untuk zakat fitrah, karena kita konversi dana yang masuk menjadi beras agar tidak ada lagi yang kelaparan di Hari Raya," ungkap Imam Masjid Raya Makassar ini.

Muzaki zakat fitrah di Masjid Raya Makassar bukan hanya dari warga Makassar, melainkan juga berasal dari berbagai kabupaten daerah, seperti Kabupaten Bantaeng, Takalar, Jeneponto, Pangkep, Maros hingga Sulawesi Tenggara.

"Jadi bisa saja penyalur zakat ini pernah tinggal sekitar sini. Jika tiba masanya bayar zakat, mereka kembali datang bawa zakatnya. Contohnya, saya kira ke sini untuk iktikaf, ternyata cuma bawa zakatnya dari Bantaeng lalu pulang," ungkap Syahrir.

Menurutnya, cara penerimaan zakat fitrah dengan ibarat ijab kabul menjadikan berbagai umat Muslim tertarik menyalurkan zakatnya ke Masjid Raya. Panitia penerima zakat menuntun para muzaki dengan lafaz niat dan dilakukan serah-terima yang kemudian dilanjutkan dengan doa.

"Saat terima zakat, kita tuntun lafaz niat. Sebab dalam hal ibadah, niat sangat penting. Kemudian ada proses serah terima sama dengan ijab kabul dalam nikah. Kita juga mengatakan, saya panitia amil zakat Masjid Raya Makassar menerimanya. Mungkin hal ini yang buat banyak orang bergeser ke sini," jelasnya.

Terkait distribusi zakat fitrah, panitia amaliyah Ramadhan Masjid Raya telah menyampaikan kepada seluruh pengurus masjid untuk melacak dan mendata umat Muslim sekitar rumah masing-masing yang dianggap layak menerima zakat fitrah.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES