Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

 

Jelang Pekan Mudik, Pasokan BBM dan Elpiji Aman

Senin 27 Mei 2019 15:59 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda

 Ilustrasi BBM

Ilustrasi BBM

Foto: Republika/Mardiah
Kementerian ESDM terus memastikan pasokan dan distribusi energi saat mudik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki pekan arus mudik lebaran, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memastikan pasokan dan distribusi energi kepada masyarakat berjalan dengan baik dan lancar. Hal ini untuk memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi masyarakat saat mudik dan merayakan Idul Fitri 1440 Hijriah.

Berdasarkan laporan harian Posko Nasional Sektor ESDM Hari Raya Idul Fitri 1440 H, hingga Ahad 26 Mei 2019 malam, penyediaan maupun distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquified Petroleum Gas (LPG) atau elpiji, Gas Bumi untuk rumah tangga, dan listrik terpantau dalam kondisi aman.

Baca Juga

Ketua Satgas ESDM, Rida Mulyana menjelaskan stok BBM dalam kondisi normal, dengan coverage days untuk BBM jenis Premium 21 hari; Pertalite 22 hari; Pertamax/Akra 92 23 hari Solar/Akrasol 26 hari; Kerosene 57 hari; dan Avtur 49 hari.

"Sementara itu kondisi stok elpiji juga terpantau dalam kondisi normal, dengan jumlah stok sebesar 333,279 MT (metrik ton) dan realisasi penyaluran 24.336 MT dengan coverage days sekitar 15 hari," ujar Rida, Senin (27/5).

Untuk sektor ketenagalistrikan, data tanggal 25 Mei 2019 periode beban puncak malam menunjukkan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi aman. Secara keseluruhan Daya Mampu Pasok Nasional sebesar 36.542,88 Megawatt (MW) dan Beban Puncak sebesar 33.815,82 MW sehingga Kapasitas Cadangan Daya Nasional sebesar 2.727,06 MW.

"Tercatat empat sistem kelistrikan dalam kondisi siaga, yakni SBU (Sumatera Bagian Utara), Nias, Bima dan Ambon," ujar Rida.

Terkait laporan kebencanaan geologi, dilaporkan terjadi gempa bumi pada 26 Mei 2019 pukul 12.37 WIB dengan magnitude 5,0 pada kedalaman 10 kilometer (km) dan berjarak 22 km timur laut Keerom, Papua. Gempa tersebut juga dapat dirasakan di Jayapura dengan skala II-III MMI. Badan Geologi melaporkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Posko juga melaporkan empat gunungapi dalam status SIAGA/Level III yakni Gunung Agung, Gunung Sinabung, Gunung Karangetang dan Gunung Soputan, 16 gunungapi status WASPADA/Level II dan 49 gunungapi status NORMAL/Level I.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES