Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

 

Pengkajian Ramadhan Ingatkan Kembali Risalah Islamiyah

Selasa 14 May 2019 23:46 WIB

Red: Agung Sasongko

Ramadhan

Ramadhan

Foto: IST
Masyarakat diingatkan kembali kesadaran kolektif tentang makna risalah Islamiyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengkajian Ramadhan yang mengusung tema "Risalah Pencerahan dalam Kehidupan Keumatan dan Kebangsaan" selesai dilaksanakan di Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) pada 12-14 Mei 2019. Pengkajian Ramadhan sebagai bagian dari upaya Muhammadiyah untuk mengajak masyarakat kembali kepada kesadaran kolektif tentang makna risalah Islamiyah.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengatakan, masyarakat diingatkan kembali kesadaran kolektif tentang makna risalah Islamiyah dan bagaimana melaksanakannya dalam berbagai bidang kehidupan. Islam adalah agama kasih sayang, agama perdamaian, dan agama yang mengajarkan pentingnya kerukunan serta persaudaraan.

"Islam adalah agama yang menekankan dan sangat memberikan perhatian terhadap pentingnya kewarganegaraan dan kebangsaan," kata Mu'ti saat diwawancarai Republika usai penutupan Pengkajian Ramadhan di ITB-AD, Selasa (14/5).

Ia menjelaskan, risalah pencerahan yang menjadi tema Pengkajian Ramadhan tahun 1440 Hijriyah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen Muhammadiyah. Muhammadiyah berkomitmen mengaktualkan Islam dan menjadikan nilai-nilai Islam menjadi nilai yang membudaya di dalam masyarakat.

Pengkajian Ramadhan diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), ranting dan amal usaha Muhammadiyah. Supaya mereka mengangkat tema-tema dan materi-materi dalam Pengkajian Ramadhan yang diselenggarakan di Yogyakarta dan Jakarta.

"Maka dalam situasi politik kebangsaan saat ini Muhammadiyah berharap khususnya kepada warganya untuk menjaga situasi yang aman, damai, merajut kembali kerukunan dan persaudaraan, dan melihat ke masa depan dengan penuh optimisme," ujarnya.

Mu'ti mengingatkan, sekarang bukan waktunya untuk menghabiskan energi terhadap hal-hal yang sifatnya konfrontatif dan tidak produktif. Menurutnya, semua harus kembali kepada kesadaran kebangsaan bahwa Negara Indonesia harus lebih kuat di masa depan. Indonesia akan kuat kalau warga negaranya bersatu dan mematuhi hukum yang berlaku di negara ini.

Ia menyampaikan, Muhammadiyah sangat berharap agar warga Muhammadiyah bisa lebih aktif lagi dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Termasuk lebih aktif lagi dalam kegiatan kebangsaan di semua level, tidak hanya di tingkat pusat tetapi juga di tingkat PWM, PDM, PCM dan ranting. 

Sebagaimana diketahui Pengkajian Ramadhan tahun ini mengusung tema "Risalah Pencerahan Dalam Kehidupan Keumatan dan Kebangsaan: Tinjauan Ekonomi, Politik dan Sosial Budaya". Menurut panitia acara tersebut dihadiri oleh sekitar seribu orang peserta.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA