BBJB, Upaya Hilangkan Ketimpangan Sosial di Ibu Kota

Red: Dwi Murdaningsih

 Selasa 14 May 2019 21:51 WIB

Penandatanganan kerja sama Pemprov DKI dan ACT di Balai Agung Pemprov DKI Jakarta, Selasa (14/5).  Foto: ACT Penandatanganan kerja sama Pemprov DKI dan ACT di Balai Agung Pemprov DKI Jakarta, Selasa (14/5).

BBJB yang dikelola ACT dalam bentuk dapur umum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar serangkaian kegiatan buka puasa bersama untuk warga Jakarta yang bertemakan Berbuka Bersama Jakarta Bahagia (BBJB). BBJB yang dikelola ACT kali ini akan menyasar puluhan rukun tetangga (RT) di dua wilayah, yakni Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, ketimpangan sosial masih terjadi hampir di setiap kota besar, terutama di seantero Jakarta. Ketimpangan itu dapat dilihat dari sisi jarak antar kota yang semakin tipis, sementara perbedaan di dalam kotanya semakin besar bahkan meluas.

“Banyak yang mengadakan buka puasa bersama, di waktu yang sama banyak juga makanan sisa yang terbuang. Padahal, di waktu yang sama pula, banyak warga yang berbuka tanpa mengkonsumsi secuil pun nasi,” ujar Anies saat acara penandatanganan kerja sama di Balai Agung Pemprov DKI Jakarta, Selasa (14/5). 

kehadiran BBJB untuk kedua kalinya menjadi upaya untuk menghilangkan ketimpangan sosial tersebut. Anies pun berharap, kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat dan lembaga kemanusiaan bisa terus terjadi.

“Saya merasakan langsung di lapangan bagaimana rasa bahagia itu terasa, apalagi kalau menyaksikan lansia dan anak-anak. Mereka bisa merasakan makanan berbuka puasa yang lebih baik, mungkin jauh dari apa yang biasa mereka konsumsi. Saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk menunaikan pahala lewat memberikan kebahagiaan kepada mereka lewat panganan terbaik untuk berbuka bersama,” kata Anies.

Serupa dengan tahun sebelumnya (1439 H), BBJB yang dikelola ACT dan Pemprov DKI Jakarta juga dikemas dalam bentuk dapur umum. Vice President ACT Ibnu Khajar menjelaskan, Dapur Umum BBJB nantinya akan melibatkan masyarakat di masing-masing RT untuk ikut berkontribusi. Harapannya, bisa menjadi satu-kesatuan: BBJB menjadi ikhtiar bersama dalam menghilangkan ketimpangan di Jakarta sekaligus mengentaskan kemiskinan.

“Mungkin bagi kita yang orang biasa, berbuka puasa bukan sesuatu yang sulit, berbeda bagi mereka yang kurang mampu, itu menjadi sangat luar biasa. Alhamdulillah, BBJB kembali digelar, semoga kami bisa terus melayani masyarakat dengan memberikan panganan bergizi untuk berbuka mereka,” kata Ibnu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X