Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

 

Jangan Sampai Ramadhan Lewat dengan Sia-sia

Ahad 05 Mei 2019 22:42 WIB

Rep: M Riza Wahyu Pratama/ Red: Hasanul Rizqa

(Ilustrasi) Umat muslim menunaikan shalat tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakart, Ahad (5/5/2019).

(Ilustrasi) Umat muslim menunaikan shalat tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakart, Ahad (5/5/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
Ramadhan hendaknya menjadi kesempatan meningkatkan ketakwaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ramadhan hendaknya menjadi kesempatan emas untuk memperbaiki diri sebagai seorang Muslim. Sebab, amalan ibadah pada bulan suci itu dilipatgandakan Allah SWT.

Baca Juga

Dalam hal ini, Ustaz Oemar Mita menjelaskan perihal golongan yang merugi kala Ramadhan. Mereka adalah salah satu dari pihak yang disinggung doa Malaikat Jibril. Doa itu pun diaminkan oleh Rasulullah SAW. Dua makhluk-Nya yang teramat mulia mendoakan hal yang sama. Maka dari itu, seorang Muslim hendaknya berhati-hati agar tak masuk ke dalam salah satu dari tiga golongan berikut.

Seperti diriwayatkan hadis ini. Suatu ketika, Nabi Muhammad SAW sedang berada di atas mimbar. Kemudian, beliau mengucapkan "Aaamiin" sebanyak tiga kali. Para sahabat pun bertanya, "Wahai Rasulullah, mengapa engkau berkata demikian?"

Beliau bersabda, "Sesungguhnya Jibril baru saja berkata kepadaku, 'Semoga Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan (dari Allah)," maka kukatakan, 'Aamiin.' Selanjutnya, Jibril berkata lagi, 'Semoga Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui bahwa kedua orang tuanya masih hidup, tetapi hal itu tidak mengantarkannya masuk surga (lantaran enggan berbakti kepada mereka),' maka aku berkata, 'Aamiin.' Kemudian, Jibril berkata lagi, 'Semoga Allah melaknat seorang hamba yang tidak bershalawat ketika disebut namamu (Muhammad),' maka aku mengatakan, 'Aamiin.'"

Salah satu golongan yang didoakan Malaikat Jibril berkenaan dengan Ramadhan. Karena itu, lanjut Ustaz Oemar Mita, Ramadhan memang membawa berkah, tetapi juga bisa menjadi musibah yakni bagi orang-orang yang melewatinya secara sia-sia.

"(Misalnya) seorang Muslim yang diberikan kesempatan untuk menjalani Ramadhan. Akan tetapi, setelah Ramadhan ia tidak diampuni dosanya oleh Allah," sebut Ustaz Oemar Mita dalam kajiannya beberapa waktu lalu.

Maka dari itu, tidak boleh menganggap remeh keberkahan Ramadhan. Persiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

Ustaz Oemar menuturkan, bila seorang Muslim selama Ramadhan mendapatkan ampunan dan ridha Allah, maka itu sudah cukup baginya."Jika dari 40 (bulan) Ramadhan yang dijalani seorang Muslim (sepanjang hayatnya), ada satu saja yang diterima oleh Allah, maka ia akan diberikan kebahagaian di akhirat, insya Allah," jelas Oemar Mita.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES