Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

 

Ovo, Tokopedia, dan Grab Buka Program Donasi Selama Ramadhan

Kamis 02 May 2019 21:24 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Hasanul Rizqa

Berbagi rezeki/Ilustrasi

Berbagi rezeki/Ilustrasi

Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Ovo, Tokopedia, dan Grab bekerja sama dengan Rumah Yatim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyambut bulan suci Ramadhan, pelbagai platform digital menyiapkan banyak kemudahan agar masyarakat kian tertarik berdonasi. Di antaranya, Ovo, Tokopedia, dan Grab.

Ketiganya melakukan kolaborasi gerakan sosial yang berbasis digital. Gerakan itu bertajuk "Patungan untuk Berbagi." Tujuannya mengajak masyarakat Indonesia untuk berdonasi melalui ketiga platform tersebut selama Ramadhan.

Baca Juga

Para pengguna Ovo, Tokopedia, dan Grab sudah bisa berdonasi mulai hari ini, Kamis (2/5). Penentuan tanggal itu memang sengaja bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Sebab, seluruh dana yang terhimpun nantinya untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak Indonesia.

Total donasi itu akan disalurkan lembaga Rumah Yatim. Lembaga tersebut diketahui kini mengelola sekitar 80 ribu anak yatim di hampir seluruh wilayah Indonesia.

"Rantai kemiskinan bisa diputus dengan adanya pendidikan lebih baik. Kami harap masyarakat Indonesia tergerak untuk berpartisipasi dalam gerakan Patungan untuk Berbagi, apalagi pahala akan dilipatgandakan bila berdonasi pada Ramadhan," ujar Wakil Direktur Utama Rumah Yatim, Abdurrahman, saat ditemui di Jakarta, Kamis (2/5).

Menurutnya, banyak anak Indonesia yang berpotensi dan cerdas. Namun, masih banyak di antaranya yang justru tak bisa melanjutkan pendidikan karena kendala finansial. Maka dari itu, Rumah Yatim berupaya memprioritaskan penyaluran donasi yang nantinya terhimpun itu ke daerah-daerah yang di dalamnya banyak anak rawan putus sekolah. Di antaranya, beberapa titik daerah pelosok di Jawa Barat.

Abdurrahman menyebutkan, lewat kampanye ini, anak yatim yang dikelolanya bakal menerima bantuan, berupa beasiswa pendidikan selama satu tahun. Kemudian, ada pula parsel Ramadhan yang berisi perlengkapan pendidikan. Misalnya, buku-buku, seragam, dan sebagainya.

"Kami belum bisa pastikan berapa total anak yatim yang akan menerima manfaat dari kampanye ini, tergantung hasil donasinya. Hanya saja setidaknya kami harap dari 80 ribu, 30 persennya bisa menerima bantuan," tuturnya.

Ia menyebutkan, Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) pada 2017, masih terdapat 4,4 juta anak Indonesia, termasuk yatim, piatu, dan kurang mampu, yang belum memiliki jaminan pendidikan.

Atas dasar itu, pada tahun ini Rumah Yatim berencana membuka beberapa kantor lagi di enam provinsi. Sebelumnya, Rumah Yatim telah membuka cabang di 14 provinsi.

 

Dukungan Pemerintah

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan dukungan terhadap program sosial ini. Baginya, upaya tersebut membuktikan ekosistem digital dapat menggerakkan masyarakat Indonesia untuk lebih peduli terhadap sesama.

"Ekosistem digital pulalah yang selama ini telah memberi contoh masif dalam implementasi ekonomi berbagi dan bergotong royong. Ini sangat membanggakan karena semangat yang merupakan kearifan lokal ini tetap dilestarikan oleh bisnis yang ditulang punggungi generasi millenial kita," ujar Menkominfo Rudiantara pada kesempatan yang sama.

Dia berharap, hasil program donasi "Patungan untuk Berbagi" akan besar. Apalagi, lanjut Rudiantara, adanya akses digital akan memungkinkan gerakan ini didukung banyak anak muda milenial. Yakni mereka yang memiliki rasa kepedulian yang tinggi.

"Pengguna Ovo, Grab, dan Tokopedia rata-rata para milenial. Jadi ini jelas positif memberikan kesempatan kaum milenial untuk berbagi," ujarnya.

Co-Founder dan Vice Chairman Tokopedia Leontinus Alpha Edison menambahkan, Tokopedia merupakan perusahaan teknologi Indonesia yang banyak digunakan masyarakat. "Jadi bersama Ovo dan Grab, kami mempermudah para pengguna untuk berdonasi," katanya.

Dalam kampanye ini, ketiga platform tidak hanya memudahkan donasi lewat online tapi juga berencana menggelar festival offline. Leon menuturkan, festival akan diadakan secara serentak di delapan kota pada 22 sampai 28 Mei 2019.

"Di festival, para pengunjung juga bisa berdonasi. Di delapan kota itu juga ada ratusan anak yatim, maka kita akan gelar buka bersama sekalian. Jadi ini kegiatan bersinambungan," jelas President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Selama di festival itu, pengunjung dapat berdonasi dengan memindai QR code yang tersedia di lokasi festival. Selanjutnya OVO, Tokopedia, serta Grab akan melipatgandakan setiap donasi yang terkumpul, sampai Rp 10 miliar rupiah.

"Tapi kami tidak ada target tertentu untuk jumlah yang terhimpun ya. Hal itu karena ini program donasi," tegas Direktur Ovo Harianto Gunawan.

Meski begitu ia berharap semakin banyak dana donasi yang terkumpul. Dengan begitu semakin banyak pula anak yang terbantu pendidikannya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA