Wednesday, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Wednesday, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

 

UEA Bentuk Komite Pengamatan Hilal untuk Tetapkan Idul Fitri

Selasa 12 Jun 2018 16:34 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Andi Nur Aminah

Pengamatan hilal (ilustrasi)

Pengamatan hilal (ilustrasi)

Foto: Republika/Edi Yusuf
Komite tersebut akan mengadakan pertemuan setelah Shalat Maghrib, Kamis (14/6).

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Menteri Peradilan Uni Emirat Arab (UEA), Sultan bin Saeed Al Badi Al Dhaheri, telah mengeluarkan keputusan untuk membentuk komite pengamatan hilal (bulan) untuk mendeteksi awal bulan Syawal atau menandai akhir bulan Ramadhan. Dengan demikian, perayaan Idul Fitri dapat ditetapkan.

Dilansir di Emirates News Agency, Selasa (12/6), komite tersebut akan mengadakan pertemuan setelah Shalat Maghrib pada Kamis (14/6) waktu UEA di Departemen Peradilan Abu Dhabi. Pertemuan tersebut akan diselenggarakan di bawah kepemimpinan Menteri Peradilan dan sejumlah pejabat senior. Keputusan tersebut juga menyerukan semua peradilan Syariah di UEA untuk mencari hilal dan memberi tahu komite tentang penampakan bulan tersebut.

Sebelumnya, Pusat Astronomi Internasional Abu Dhabi mengatakan bahwa sebagian besar negara Muslim akan mengamati bulan Syawal pada Kamis (14/6). Hal itu berarti, hari pertama perayaan Idul Fitri akan dirayakan keesokan harinya pada 15 Juni.

Di UEA, kemungkinan besar bulan akan sulit dilihat dengan mata telanjang saat terbenam sekitar 41 menit setelah matahari terbenam. Menurut pusat astronomi tersebut, bulan sabit akan terlihat oleh teleskop di negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara dan Eropa.

Di sebagian besar dunia Arab, bulan sabit tidak dapat dengan mudah dilihat dengan mata telanjang. Kecuali, di daerah barat jauh di Maroko Selatan, Mauritania, dan Afrika barat. Sementara sebagian besar benua Amerika akan dapat melihat bulan sabit dengan mata telanjang.

Bulan akan muncul setelah matahari terbenam sekitar 54 menit di Nouakchott, Mauritania; 49 menit setelah matahari terbenam di Rabat, Maroko; 46 menit di Mogadishu, Khartoum, Tripoli dan Aljazair; 45 menit di Djibouti dan Tunis; 44 menit di San'aa; 43 menit di Kairo; 42 menit di Riyadh dan Amman dan Jerusalem; 41 menit di Beirut, Damaskus, Manama dan Abu Dhabi; dan 40 menit setelah matahari terbenam di Baghdad, Kuwait, dan Muscat. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Semangat Adul Menuntut Ilmu (2)

Selasa , 13 Nov 2018, 23:56 WIB