Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

 

Telkom Pastikan Jaringan CCTV Lintas Jawa Lancar

Ahad 10 Jun 2018 20:51 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) meninjau volume kendaraan melalui CCTV di Posko Induk Dinas Perhubungan Nagreg pada arus mudik H-1 Lebaran, Jalan Nagreg, Kabupaten Bandung, Sabtu (24/6).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) meninjau volume kendaraan melalui CCTV di Posko Induk Dinas Perhubungan Nagreg pada arus mudik H-1 Lebaran, Jalan Nagreg, Kabupaten Bandung, Sabtu (24/6).

Foto: Mahmud Muhyidin
Kesiapan termasuk penanganan cepat terhadap problem yang terjadi pada sistem.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Telkom memastikan kelancaran jaringan yang mensupport pelayanan closed circuit television (CCTV) yang dioperasikan Kementerian Perhubungan dan Kepolisian RI, terutama di lintas Jawa selama arus mudik dan balik Lebaran 2018.

"Mereka termasuk yang mendapatkan pelayanan prioritas, jadi kami pastikan keandalannya," ujar EVP Telkom Regional III Jabar-Banten, Ketut Budi Utama di Bandung, Ahad (10/6).

Ketut menjelaskan, pantauan melalui CCTV menjadi sarana vital bagi kedua institusi tersebut dalam pengamanan gelombang kendaraan dari Jakarta dan Bandung menuju sejumlah kota di Jabar, Jateng, DI Yogyakarta, dan Jatim. Karena, pantauan secara real time itu selama ini di antaranya digunakan untuk melakukan penanganan secara cepat atas kemacetan sehingga arus kendaraan bisa terurai dengan cepat.

Ketut mengatakan, jaringan tersebut menyebar di tiga jalur utama pergerakan kendaraan. Yakni, Jalur Pantura, Tengah, Selatan, hingga tiga ruas tol utama seperti Tol Cikampek, Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), dan Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi) di samping titik rawan seperti Nagreg dan Gentong.

Kesiapan itu, kata dia, termasuk penanganan cepat terhadap problem yang terjadi pada sistem. BUMN Telekomunikasi itu menyebut normalisasi sistem paling lambat hanya membutuhkan waktu selama tiga jam.

"Penanganan itu bisa cepat karena kami melakukannya dengan aplikasi. Dengan demikian setiap laporan terdeteksi, dan pelanggan tak perlu menghubungi karena secara otomatis tim siaga langsung bergerak," katanya.

Selain CCTV Kemenhub dan Polri, kata dia, ada 20 pelanggan yang menjadi prioritas PT Telkom selama arus mudik ini. Di antaranya, jaringan tiket air line untuk sistem ticketing, pelayanan ATM, bank, ticketing KA, hingga bandara. Pengalaman tahun lalu, Telkom sempat mengalami kendala sistem. Mereka butuh 2,5 jam untuk melakukan recovery terhadap sistem.

"Yang punya intensitas tinggi selama mudik ini kami  kawal khusus. Kami sudah identifikasi jaringannya. Ngawalnya pake aplikasi. Perangkat aktif akan memberikan notifikasi ke pengelola posko. Lalu sistem akan mengirimkan notifikasi untuk kami cek," kata Ketut seraya mengatakan, ada sekitar 700 orang organik yang akan mengawal selama masa libur panjang di Bandung, Sukabumi, Karawang, dan Cirebon. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA