Jelang Akhir Ramadhan, Masjid Al Haram Tingkatkan Layanan

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

 Jumat 08 Jun 2018 04:05 WIB

Pengawasan Masjidil Haram melalui udara oleh pihak keamaan Arab Saudi. Foto: Saudigazette Pengawasan Masjidil Haram melalui udara oleh pihak keamaan Arab Saudi.

Raja Salman telah tiba di Makkah dan akan menghabiskan 10 hari terakhir Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Selama hari-hari terakhir Ramadhan, otoritas Arab Saudi semakin meningkatkan pelayanannya di Masjid Al Haram di Makkah. Untuk mengatasi kepadatan jamaah di masjid suci tersebut, seluruh instansi pemerintah dan swasta serta pasukan keamanan yang berkepentingan menerapkan pengaturan dan persiapan yang berbeda dari sebelumnya.

Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman telah tiba di Makkah pada Senin lalu dan akan menghabiskan 10 hari terakhir Ramadhan di sekitar Ka'bah. Sementara itu, emir Makkah sekaligus penasihat bagi Penjaga Dua Masjid Suci Pangeran Khaled Al-Faisal secara ketat mengawasi pengaturan yang dibuat untuk mencatat jumlah jamaah umrah.

Dalam hal ini, dilansir di Saudi Gazette, Kamis (7/6), Kepresidenan untuk Urusan Dua Masjid Suci telah mengerahkan lebih dari 10 ribu staf pria dan wanita. Hal itu ditujukan guna memastikan jamaah dan pengunjung masjid dapat melaksanakan ibadah dengan mudah dan nyaman. Presidensi juga tetap membuka 210 pintu Masjid Al Haram, 38 di antaranya dikhususkan bagi orang-orang berkebutuhan khusus dan tujuh lainnya bagi wanita.

Terdapat 28 eskalator dan tujuh jembatan. Presidensi juga menyediakan 10 ribu kursi roda dan 700 mobil listrik. Tidak hanya itu, ribuan pekerja kebersihan juga dikerahkan di lantai bawah tanah, lantai dasar, dan lantai pertama di Masjid Al Haram. Pekerja kebersihan juga dikerahkan di bagian atap masjid, di halaman, mataf (area sekeliling Ka'bah) mas'a dan Area Perluasan Raja Abdullah.

Sehingga, sekitar 107 ribu jamaah dapat melaksanakan tawaf dengan adanya perluasan mataf tersebut. Di samping itu, 80 persen dari proyek perluasan di utara juga terbuka bagi jamaah. Di lain hal, Pasukan Keamanan dan Pertahanan Sipil Haram juga telah mengerahkan ribuan personel untuk memastikan keselamatan dan keamanan jamaah dan pengunjung Masjid Al Haram.

Otoritas Makkah telah memobilisasi 11.825 pekerja kebersihan. Mereka telah disediakan bersamaan dengan lebih dari 850 mesin agar menjaga kota suci Makkah tetap bersih dan rapi. Sementara Departemen Lalu Lintas Makkah telah menyiapkan sembilan tempat parkir bagi mereka yang tiba dengan kendaraan pribadi.

Lebih dari 100 bus mengoperasikan layanan antar-jemput ke Haram. Sedangkan Departemen Kesehatan telah menyelesaikan semua persiapan untuk menyediakan layanan kesehatan yang cepat. Dalam hal ini, lebih dari 100 dokter di Rumah Sakit Darurat Masjid Agung telah dikerahkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X