Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

 

PP Muhammadiyah Gelar Pengkajian Ramadhan 2018

Ahad 27 May 2018 18:11 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Agung Sasongko

Logo Muhammadiyah.

Logo Muhammadiyah.

Foto: Wikipedia
Gerakan dakwah Muhammadiyah selalu dinamis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengkajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 2018 mengangkat tema Keadaban Digital: Dakwah Pencerahan Zaman Millennial. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Kampus Fakultas FKIP Uhamka pada 27-29 Mei 2018.

"Peserta yang akan mengikuti kegiatan tersebut sekitar 600 orang yang berasal dari beberapa provinsi," kata Ketua Pelaksana Pengkajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 2018, Prof Suyatno melalui keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Ahad (27/5).

Prof Suyatno mengatakan, Gerakan dakwah Muhammadiyah selalu dinamis dan sesuai dengan tuntutan zamannya. Karakter ini sudah menjadi bagian dari Muhammadiyah sejak lahir.

Bahkan gerakan Muhammadiyah selalu melampaui zamannya. Inilah pilihan dakwah Muhammadiyah dalam rangka mengkontekstualisasikan Islam dalam berbagai kondisi dan zaman yang selalu berubah.

Ia menjelaskan, ketika saat ini masyarakat dunia khususnya Indonesia berada pada revolusi industru keempat yang juga disebut dengan zaman digital, maka dakwah Muhammadiyah pun berada di tengah-tengah perubahan itu. Kini teknologi internet begitu canggih, termasuk kehadiran robot-robot pengganti peran manusia yang sudah sangat maju.

"Kondis ini tentu saja tidak hanya mengubah pola fikir masyarakat, tetapi juga mengubah budaya dan peradaban manusia," ujarnya.

Ia menyampaikan, dunia virtual kini telah menciptakan dunianya sendiri dengan karakteristik yang khas. Masyarakat kini terkoneksi dalam ruang maya yang tidak terlihat kasat mata, tetapi memiliki pergerakan yang sangat cepat dan dampak yang lebih kongkrit. Kondisi ini tentu saja berdampak pada pola keberagamaan masyarakat dari mulai mencari rujukan hingga menyebarkan konten-konten keagamaan.

Kondisi perubahan masyarakat dengan segala dampaknya ini, menurut Prof Suyatno, bagi Muhammadiyah merupakan realitas yang tidak bisa dibendung. Walaupun ada sisi negatifnya, tetapi bagaimana Muhammadiyah melihat ini sebagai peluang untuk membangun sebuah tradisi dakwah baru yang berkemajuan.

"Memasuki realitas virtual bukan hal yang tabu, tetapi bagaimana Muhammadiyah dapat memanfaatkannya untuk mengisinya dengan konten-konten yang baik, nilai-nilai keagamaan dan akhlakul karimah demi kebaikan umat," ujarnya.

Oleh sebab itu Pengkajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 2018 mengangkat tema Keadaban Digital: Dakwah Pencerahan Zaman Milenial. Rencananya, Pengkajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan ditutup oleh Presiden RI Joko Widodo. Di acara tersebut akan menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan seperti akademisi, praktisi teknologi, birokrat dan tokoh nasional lainnya.

(Lihat Video: Orang-Orang Mulia di Bulan Suci)

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA