Monday, 4 Syawwal 1439 / 18 June 2018

Monday, 4 Syawwal 1439 / 18 June 2018

 

Menkeu Minta Santri Milenial Manfaatkan Kemajuan Teknologi

Sabtu 26 May 2018 06:57 WIB

Rep: ahmad fikri noor/ Red: Ani Nursalikah

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan nasihat kepada santri Pondok Modern Darussalam, Gontor, Ponorogo, Jawa Timur pada Kamis (25/5). Pondok Pesantren tersebut menjadi salah satu tempat yang dikunjungi Menkeu dalam safari Ramadhan ke Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan nasihat kepada santri Pondok Modern Darussalam, Gontor, Ponorogo, Jawa Timur pada Kamis (25/5). Pondok Pesantren tersebut menjadi salah satu tempat yang dikunjungi Menkeu dalam safari Ramadhan ke Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Foto: Republika/Ahmad Fikri Noor
Generasi milenial akan menghadapi tantangan global yang dinamis.

REPUBLIKA.CO.ID, PONOROGO -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap para santri generasi milenial bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hal yang positif. Hal itu disampaikan Sri kepada sekitar seribu santri Pondok Pesantren Modern Darussalam, Gontor, Ponorogo.

"Untuk para santri milenial, teknologi sudah semakin maju. Artinya kita menghadapi situasi generasi milenial menghadapi godaan dan pilihan. Saya ingin santri muda giat menggunakan seluruh informasi secara bijak dan hati-hati," kata Sri, Jumat (25/5) malam.

Sri mengatakan, santri berpotensi menguasai berbagai bidang ilmu pendidikan dan mengawinkannya dengan bekal ilmu agama dari pesantren. Menurutnya, tak tertutup kemungkinan para santri bisa menjadi ahli dan bahkan menjadi pemimpin di Indonesia.

"Saya ingin santri Gontor itu jadi ahli keuangan yang bisa mendesain pengelolaan keuangan mulai dari investasi manusia hingga investasi berupa proyek," kata Sri.

Sri menyebut, generasi milenial akan menghadapi tantangan global yang dinamis. Revolusi industri keempat, adalah salah satu tantangan tersebut. Ia mengatakan, hal itu bisa menjadi peluang tapi juga tantangan. Teknologi robot bisa membantu manusia melakukan berbagai aktivitas tapi juga bisa mengancam ribuan pekerjaan menjadi hilang.

"Dunia sedang berubah dan Indonesia perlu bisa membaca arah geraknya," kata Sri.

Pada 2045, Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi kelima terbesar di dunia. Oleh karena itu, Indonesia perlu merebut potensi tersebut dengan membangun pondasi ekonomi yang lebih kuat.

"Kita harus menjadi negara yang percaya diri dan maju ke depan. Membangun struktur ekonomi lebih kuat," ujar Sri.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES