Masjid Al-Haram Dijaga Pasukan Khusus Selama Ramadhan

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Andi Nur Aminah

 Kamis 24 May 2018 12:59 WIB

Suasana berbuka puasa bersama di masjidil haram, Kamis (17/5) petang. Foto: Republika/Irfan Junaidi Suasana berbuka puasa bersama di masjidil haram, Kamis (17/5) petang.

Ada penurunan luar biasa praktik negatif yang dilakukan oleh jamaah di Masjidil Haram

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Masjid al-Haram di Makkah, Arab Saudi, mengerahkan pasukan keamanan khusus guna menjaga keamanan jamaah. Komandan pasukan khusus Mayor Jenderal Abdullah al-Osaimi mengatakan, pasukan keamanan tersebut mengontrol aliran jamaah menuju area sekitar Ka'bah guna memastikan keselamatan dan keamanan mereka.

Ia mengatakan, pasukan khusus itu juga bertugas untuk memantau kapasitas masjid dan mengatur pergerakkan jamaah menuju dan dari Masjid al-Haram, terutama selama shalat lima waktu dan shalat Tarawih. "Kami menjaga gerbang di bagian selatan, bagian barat dan utara masjid terbuka bagi masuknya jamaah dan gerbang timur untuk keluar jamaah," kata al-Osaimi, dilansir di Saudi Gazette, Kamis (24/5).

photo
Petugas (Askar) Masjidil Haram melakukan pengetatan aturan masuk kepada sejumlah jamaah umrah yang akan memasuki pelataran utama Ka'bah.
Sebelumnya, selama hujan ringan turun pada Selasa lalu waktu setempat, ia mengatakan, pasukan keamanan tersebut berhasil membantu mencegah terjadinya jamaah yang berdesak-desakan dan kecelakaan lainnya. Selama Ramadhan ini, mereka membuka semua gerbang untuk masuknya jamaah ke masjid. Itu termasuk lantai bawah tanah dan lantai pertama, serta bagian atap melalui jembatan dan tangga listrik. Al-Osaimi mengatakan, ada 150 tangga listrik di Masjid al-Haram.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa ada penurunan luar biasa dalam praktik-praktik negatif yang dilakukan oleh jamaah dan pengunjung masjid tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu menurut dia berkat pengawasan dan keamanan yang telah mencakup semua bagian masjid dan adanya peningkatan kesadaran di kalangan jamaah. "Pasukan kami telah dilatih untuk mencegah praktik-praktik negatif sebelum terjadi," katanya menambahkan.

Al-Osaimi menuturkan, petugas intelijen kriminal memainkan peran penting dalam misi ini, terutama dalam melacak pencopet dan pencuri. Dia mengatakan, kamera keamanan yang telah dipasang di dalam dan sekitar Masjid al-Haram juga membantu mencegah praktik-praktik negatif dan kriminal. Menurut dia, kamera membantu memantau kepadatan agar bisa diambil tindakan cepat oleh petugas keamanan. "Ruang operasi kami dilengkapi dengan fasilitas canggih," ujarnya.

Ia menambahkan, ruang operasi itu memberikan instruksi kepada petugas di lapangan untuk menangani situasi darurat, termasuk kemungkinan adanya jamaah yang berdesak-desakan. Ruang operasi ini diawaki oleh petugas yang sangat berpengalaman.

Sementara itu, al-Osaimi menghimbau agar jamaah tidak beribadah di jalan-jalan di dalam masjid. Sebab, hal itu akan menghalangi pergerakan jamaah menuju dan dari masjid.

photo
Suasana berbuka puasa bersama di masjidil haram, Kamis (17/5) petang.
Dalam meningkatkan keamanan, al-Osaimi mengatakan, pihaknya juga telah memperkenalkan sistem baru untuk menyerap kerumunan jamaah di area mataf ketika jamaah berbaris untuk melaksanakan shalat. Hal itu dilakukan dengan menciptakan jalur khusus untuk pergerakan mereka ke area kosong.

Sementara itu, Departemen Pembersihan di Masjid al-Haram dari Presidensi Umum untuk Dua Masjid Suci tengah bekerja keras untuk melayani Rumah Allah dan para tamunya selama bulan suci Ramadhan. Direktur Departemen Mohammed al-Jabri mengatakan, lembaga dan pegawainya sudah dipersiapkan dengan baik untuk menyambut para tamu.

Dia menunjukkan bahwa ada sejumlah tugas yang dipercayakan kepada departemen tersebut. Hal tersebut termasuk pengawasan dan tindak lanjut dari rencana untuk kebersihan dan layanan di dalam Masjid al-Haram, pengawasan pembersihan dan pemeliharaan fasilitas eksternal milik Masjid al-Haram, seperti King Abdul Aziz Complex untuk pembuatan kiswah dan perpustakaan dari masjid tersebut.

Al-Jabri mengatakan, total 2.497 buruh bekerja selama 24 jam sehari untuk membersihkan masjid dan fasilitas yang berdampingan. Dia menekankan bahwa Pemerintah Arab Saudi tengah melakukan semua upaya untuk melayani Rumah Allah ini dan Masjid Nabawi. Tempat-tempat suci ini menerima perhatian dan kepedulian yang besar dari pimpinan negara melalui sejumlah megaproyek. "Semuanya dilakukan dengan tujuan memastikan kemudahan dan kenyamanan bagi para penyembah, termasuk jamaah dan para pengunjung," kata al-Jabri. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X