Jumat, 8 Syawwal 1439 / 22 Juni 2018

Jumat, 8 Syawwal 1439 / 22 Juni 2018

 

Di Dubai, Makan Sahur Dibagikan dengan Drone

Kamis 24 Mei 2018 03:05 WIB

Rep: Nora Azizah/ Red: Ani Nursalikah

Pesawat tanpa awak (Drone). Ilustrasi.

Pesawat tanpa awak (Drone). Ilustrasi.

Drone akan mengantar 10 paket makanan sekali jalan.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Dubai sedang mempersiapkan pilot penerbang drone atau pesawat tanpa awak. Tiga buah drone quadcopter seberat 15 kilogram dengan rentang sayap 1,5 meter tersebut akan diterbangkan tiga orang pilot terlatih.

Berdasarkan laporan Khaleej Times, drone akan digunakan pengelola masjid untuk membagikan makan sahur gratis kepada para pekerja. Tiga orang pilot terlatih, yakni Rashid Al Marzouqi, Abbad Khalid, dan Raisa Alfarasi tengah menyelesaikan pelatihan pilot. Ketiga pilot saat ini menempuh pendidikan penerbangan drone khusus di Akademi Sanad, di bawah bimbingan Insinyur dan Pelatih Pesawat Udara tak Berawak (UAV) Mohamed Noor.

"Drone ini bukan pesawat hobi seberat dua kilogram yang biasa kita lihat," ujar Noor.

Drone akan bertugas mengantar sekitar 10 paket makanan dalam satu penerbangan. Berat makanan diperkirakan mencapai 26 kilogram.

Tugas tersebut tidak bisa dibebankan hanya untuk satu orang sehingga memerlukan tiga pilot terlatih. Misi operasi akan mengantar makanan dengan jarak sekitar 150 meter dari masjid. Rencananya, drone akan beroperasi pada 10 hari terakhir Ramadan.

Dewan Pemuda CDA Mohammad Ayedh Hamdan Saeed mengatakan, tanggal pengoperasian belum ditentukan. Saat ini, para pilot menunggu lisensi fisik dari Otoritas Penerbangan Sipil Dubai (DCAA).

"Drone akan beroperasi sekitar enam perjalanan per hari," kata Ayedh.

Drone akan mendistribusikan sekitar 200 sampai 400 makanan dalam satu perjalanan. Satu perjalanan memakan waktu empat menit.

Ketiga pilot akan menerbangkan drone pada ketinggian 30-50 meter. Ketika drone beroperasi akan dipastikan tidak ada orang di bawah.

Drone beroperasi dengan kecepatan kurang dari empat meter per detik, sementara kecepatan take off sekitar dua meter per detik.

Penerbangan akan dilakukan dengan metode otonom. Satu pilot akan mengendalikan pengontrol, rekan lainnya bertugas membaca data pesawat, dan pilot ketiga memastikan tidak ada orang di bawah drone.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA