Jumat, 7 Zulqaidah 1439 / 20 Juli 2018

Jumat, 7 Zulqaidah 1439 / 20 Juli 2018

 

Industri Wisata Sebut PKR Magnet Selama Ramadhan

Rabu 16 Mei 2018 09:14 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Ani Nursalikah

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad (kedua dari kiri) dan Ketua PHRI NTB Lalu Abdul Hadi (kedua dari kanan) menggelar jumpa pers terkait event Pesona Khazanah Ramadhan 2018 di Kantor Dinas Pariwisata NTB, Jalan Langko, Mataram, NTB, Selasa (15/5).

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad (kedua dari kiri) dan Ketua PHRI NTB Lalu Abdul Hadi (kedua dari kanan) menggelar jumpa pers terkait event Pesona Khazanah Ramadhan 2018 di Kantor Dinas Pariwisata NTB, Jalan Langko, Mataram, NTB, Selasa (15/5).

Foto: Republika/Muhammad Nursyamsyi
Ramadhan diidentikkan dengan lesunya pariwisata.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Para pelaku industri pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendukung penuh penyelenggaraan Pesona Khazanah Ramadhan (PKR) 2018 yang digelar sebulan penuh di Islamic Center NTB.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Lalu Abdul Hadi Faesal mengatakan, PKR 2018 berpotensi mendongkrak okupansi hunian kamar hotel di Lombok. Sudah menjadi hal yang lumrah, kata Hadi, jika bulan puasa kerap diidentikkan dengan lesunya pariwisata di seluruh dunia, termasuk di Lombok.

"Ini luar biasa dan mudah-mudahan jadi salah satu magnet bagi wisatawan datang ke NTB saat Ramadhan," ujar Hadi saat jumpa pers ajang PKR 2018 di Kantor Dinas Pariwisata NTB, Selasa (15/5).

photo

Persiapan pembukaan Pesona Khazanah Ramadhan yang dipusatkan di Islamic Center NTB (ilustrasi).

PKR, lanjut Hadi, menawarkan wisatawan merasakan suasana Ramadhan di Pulau Seribu Masjid dengan kehadiran imam besar mancanegara dalam shalat tarawih. "Selain itu, wisatawan juga bisa menikmati keindahan alam selama Ramadhan," ucap Hadi.

Ketua Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) NTB Tahrir menilai, ajang PKR 2018 sangat baik dalam menguatkan citra wisata halal NTB. "Ini bagus sekali terkait branding halal tourism, ini yang akan perkuat pariwisata kita," kata Tahrir.

Tahrir menilai, okupansi hotel dan pengunjung selama Ramadhan kerap lesu. Ia berharap, ajang PKR mampu mendongkrak kunjungan wisatawan di NTB. "Ini yang coba kita balik menjadi peak season saat Ramadhan. Pasar paling besar itu Singapura dan Malaysia yang bisa kita perkuat juga saat Ramadhan," ucapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA