Jumat, 6 Zulhijjah 1439 / 17 Agustus 2018

Jumat, 6 Zulhijjah 1439 / 17 Agustus 2018

 

Kata Kemenag Soal Beredarnya Video Penetapan Ramadhan

Selasa 15 Mei 2018 18:51 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah

Pemantauan hilal awal Ramadhan.

Pemantauan hilal awal Ramadhan.

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Kementerian Agama memastikan potongan video itu tidak resmi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebelum Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang itsbat penetapan awal Ramadhan 2018, potongan rekaman sambutan Menteri Agama Lukman Hakim terkait penetapan awal Ramadhan viral di media sosial. Video berdurasi 14 detik itu menetapkan awal Ramadhan jatuh pada Kamis (17/5) lusa.

Namun, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Setjen Kementerian Agama Mastuki memastikan potongan video itu tidak resmi dari Kementerian Agama. Potongan sambutan itu informasi yang tidak resmi dan viralnya juga tidak bersumber dari Kementerian Agama.

"Karenanya, potongan itu juga bukan merupakan pengumuman kapan 1 Ramadhan atau awal puasa," ujar Mastuki dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (15/5).

Kami sudah melakukan penelusuran dan sudah menemukan pelaku yang mengunggah video tersebut di media sosial. "Dan, yang bersangkutan kami minta pertanggungjawabannya," ucapnya.

Menurut Mastuki, video singkat tersebut merupakan potongan salah satu versi rekaman sambutan menag yang disiapkan untuk tayang di salah satu TV nasional usai pelaksanaan sidang itsbat. Selama ini, menjadi tradisi Kementerian Agama untuk menyiapkan rekaman sambutan dalam dua versi.

Menurut dia, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi semua kemungkinan terkait hasil sidang itsbat, apakah sore ini hilal terlihat sehingga Ramadhan 1439 H dimulai 16 Mei 2018 atau hilal tidak terlihat sehingga Sya'ban digenapkan 30 hari dan Ramadhan 1439 H dimulai 17 Mei 2018.

Sidang itsbat saat ini sedang berlangsung di Gedung Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin No 6, Jakarta, Selasa (15/5). Menurut Mastuki, untuk menetapkam 1 Ramadhan tahun ini, masih harus menunggu laporan petugas yang melakukan rukyatul hilal (pengamatan bulan) di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini sesuai dengan fatwa MUI.

Sidang itsbat akan menunggu laporan rukyatul hilal dari para petugas. Selanjutnya, seluruh peserta sidang yang terdiri dari pakar astronomi, utusan dari ormas-ormas Islam, dan undangan lainnya akan bermusyawarah menetapkan kapan 1 Ramadhan 1439 Hijriyah.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES