Jumat, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Jumat, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

 

Waspadai Sifat Boros Selama Ramadhan

Kamis 10 Mei 2018 20:42 WIB

Rep: Rizky Suryandika/ Red: Agung Sasongko

Ramadhan

Ramadhan

Ramadhan semestinya dijadikan ajang menambah amal.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Ulama di Kota Tasikmalaya mengingatkan supaya warga tidak membelanjakan uang secara boros ketika bulan Ramadhan. Warga diimbau lebih selektif dalam berbelanja.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Kota Tasikmalaya Aminudin Bustomi menyampaikan Ramadhan semestinya dijadikan ajang menambah amal. Esensi dari proses ibadah puasa yang dijalankan juga mengajarkan umat Islam untuk menahan diri.

 

(Baca: Ramadhan Ladang Mengumpulkan Pahala)

"Poin pentingnya Ramadhan itu menahan diri dari segalanya, budaya hidup mewah, hura-hura, termasuk juga memanfaatkan momentun Ramadhan untuk memperbanyak ibadah. Artinya ada peningkatan kualitas dan kuantitas," katanya pada wartawan, Kamis (10/5).

photo

Adab berada di dalam Masjid

Ia berharap berlanja secara boros saat Ramadhan hingga lebaran bisa diminimalisir. Hal itu, kata dia berlaku dalam budaya munggahan dimana biasanya diadakan makan besar bersama

"Budaya munggahan itu merupakan ekspresi kebudayaan masyarakat kita. Itu bagus. Tapi akan lebih bagus lagi kalau dimodifikasi, bagaimana momentum menyambut Ramadan itu bisa dipakai beribadah atau misalnya berbagi makanan kepada warga yang membutuhkan," ujarnya. Rizky suryarandika

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES